Menteri Imipas Ajak KSP Tinjau Kolam Sidat Binaan Napi Nusakambangan
Menteri Imipas dan KSP Tinjau Kolam Sidat Napi Nusakambangan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengajak Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meninjau sejumlah fasilitas di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa (28/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, keduanya mengecek langsung kolam budidaya sidat yang dikelola oleh warga binaan atau narapidana (napi).

Budidaya Sidat oleh Narapidana di Nusakambangan

Agus menjelaskan bahwa kolam sidat tersebut mulai beroperasi pada Januari 2026. Lahan yang kini menjadi kolam produktif sebelumnya merupakan lahan tidur atau idle. Pemanfaatan lahan ini dilakukan setelah Menteri Agus menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di awal masa jabatannya. "Baru jalan 7 bulan, Ndan. Tadinya lahan nganggur," ujar Menteri Agus kepada Dudung.

Dalam dialog di lokasi, Dudung menanyakan hasil panen sidat. Agus mengungkapkan bahwa target pasar sebenarnya sudah ada, namun penjualan belum dilakukan karena kolam masih dalam tahap panen parsial. "Tapi belum ada pembelinya?" tanya Dudung. "Ini belum, Ndan. Masih panen parsial," jawab Menteri Agus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lahan Tidur Disulap Jadi Kolam Produktif

Program ini merupakan bagian dari upaya Menteri Imipas untuk mengoptimalkan aset lahan yang tidak terpakai di lingkungan pemasyarakatan. Dengan mengubah lahan tidur menjadi kolam budidaya, selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan keterampilan bagi narapidana. Sidat sendiri dikenal sebagai salah satu ikan dengan nilai ekonomi dan gizi yang tinggi, sehingga memiliki prospek pasar yang menjanjikan.

Agus menambahkan bahwa target pemasaran sidat diprediksi baru bisa terealisasi pada tahun depan. "Tahun depan lah kalau bisa," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa program ini masih dalam tahap awal, namun sudah menunjukkan hasil positif dengan panen parsial yang berlangsung.

Target Pemasaran dan Potensi Ekonomi Sidat

Sidat (Anguilla spp.) merupakan komoditas perikanan yang memiliki permintaan tinggi di pasar domestik dan internasional, terutama di Jepang dan Korea. Dengan kualitas budidaya yang baik, sidat dari Nusakambangan diharapkan mampu bersaing. Keterlibatan napi dalam budidaya ini juga memberikan bekal keterampilan yang berguna setelah mereka bebas nanti.

Kunjungan KSP Dudung Abdurachman menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap program pemberdayaan di lembaga pemasyarakatan. Program seperti ini diharapkan dapat direplikasi di lapas-lapas lain di Indonesia. Dengan lahan tidur yang banyak, potensi pengembangan budidaya sidat dapat menjadi solusi ekonomi sekaligus rehabilitasi bagi narapidana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga