Cuaca Jakarta 14 Februari 2026: Berawan Tebal dan Potensi Hujan Ringan di Jabodetabek
Cuaca Jakarta 14 Februari 2026: Berawan Tebal dan Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta dan Sekitarnya: Berawan Tebal dengan Potensi Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu, 14 Februari 2026, akan didominasi oleh cuaca berawan tebal dengan potensi hujan ringan di beberapa area. Prakiraan ini dikeluarkan untuk membantu masyarakat mempersiapkan aktivitas harian di tengah kondisi atmosfer yang dinamis.

Kondisi Cuaca per Wilayah di Jakarta

Pada pagi hari, seluruh wilayah DKI Jakarta umumnya berada dalam kondisi berawan tebal. Memasuki siang hari, hujan ringan berpotensi turun di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Sementara itu, Jakarta Timur diprediksi tetap berawan, dan Jakarta Utara akan mengalami cuaca cerah berawan.

Pada malam hari, hujan ringan diperkirakan mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Barat, Pusat, Selatan, dan Timur. Adapun Jakarta Utara diprakirakan tetap berawan tanpa hujan.

Prakiraan untuk Wilayah Penyangga Jabodetabek

Untuk wilayah Kepulauan Seribu, kondisi udara kabur diperkirakan terjadi pada pagi hari, kemudian berubah menjadi berawan tebal pada siang hari, dan hujan ringan pada malam hari. Di wilayah penyangga Jakarta, seperti Bekasi dan Depok, cuaca diprediksi berawan tebal pada pagi hari. Siang harinya, Bekasi akan berawan, sementara Depok berpotensi mengalami hujan ringan. Pada malam hari, kedua wilayah tersebut diperkirakan sama-sama mengalami hujan ringan.

Di Kota Bogor, cuaca berawan tebal terjadi pada pagi hari, diikuti hujan ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari. Sementara di Tangerang, Banten, berawan tebal diprakirakan terjadi pada pagi hari, dengan hujan ringan yang turun dari siang hingga malam hari.

Imbauan BMKG dan Tabel Prakiraan Cuaca

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama potensi hujan ringan pada sore hingga malam hari. Berikut adalah tabel prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek berdasarkan informasi resmi dari BMKG:

  • Jakarta Barat: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam hujan ringan
  • Jakarta Pusat: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam hujan ringan
  • Jakarta Selatan: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam hujan ringan
  • Jakarta Timur: Pagi berawan tebal, siang berawan, malam hujan ringan
  • Jakarta Utara: Pagi berawan tebal, siang cerah berawan, malam berawan
  • Kepulauan Seribu: Pagi udara kabur, siang berawan tebal, malam hujan ringan
  • Bekasi: Pagi berawan tebal, siang berawan, malam hujan ringan
  • Depok: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam hujan ringan
  • Kota Bogor: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam berawan tebal
  • Tangerang: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam hujan ringan

Peringatan Dini Gelombang Laut Tinggi

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 11 hingga 14 Februari 2026. Menurut Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan 5-20 knot, sedangkan di wilayah selatan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 3-16 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur dan Samudra Pasifik utara Maluku, yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan," ujar Eko di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di berbagai perairan, termasuk Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Bengkulu, Aceh, Kepulauan Mentawai, Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian tengah, utara dan timur, Selat Karimata bagian utara, serta Selat Makassar bagian selatan.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi pada kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua. BMKG mengingatkan bahwa potensi gelombang tinggi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry.

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG," tutup Eko.

Sebelumnya, BMKG juga mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 10-14 Februari 2026, mengingat dinamika atmosfer yang menunjukkan aktivitas signifikan di sekitar wilayah tersebut.