Mahasiswa STIK Polri Angkatan 83 Bangun Sumur Bor Air Bersih di Aceh Utara
Mahasiswa STIK Polri Bangun Sumur Bor di Aceh Utara

Mahasiswa STIK Polri Angkatan 83 Bangun Sumur Bor Air Bersih di Aceh Utara

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri Angkatan 83 telah berhasil menginstalasi sumur bor air bersih di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh para calon perwira polisi tersebut, khususnya di wilayah yang terdampak banjir di Sumatera.

Proses Survei dan Pelaksanaan Pembangunan

Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK), M. Rizky Ali Akbar, menjelaskan bahwa instalasi sumur bor diawali dengan survei dan pendataan langsung di area yang warganya masih kesulitan mengakses air bersih. Setelah peninjauan lapangan, sebanyak 22 mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk dari Sindikat 8 STIK-PTIK, mengeksekusi pembuatan sumur bor tersebut.

Proses pembangunan dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, mulai dari tahap pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air. Kegiatan ini dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Didit Bambang Wibowo, yang memastikan semua tahapan berjalan sesuai rencana dan standar keamanan.

Peresmian dan Apresiasi dari Kapolres

Sumur bor yang telah terinstalasi dan siap digunakan ini diresmikan oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto. Dalam sambutannya, Trie mengapresiasi inisiatif para mahasiswa STIK yang dinilai sangat peduli terhadap kondisi warga.

"Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang," ujar Trie.

Implementasi Nilai Pengabdian dan Manfaat Jangka Panjang

Rizky menambahkan bahwa instalasi sumur bor ini adalah implementasi nilai-nilai pengabdian dan penerapan ilmu yang diperoleh selama pendidikan di STIK Polri. Para mahasiswa ditekankan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan riil masyarakat, terutama di wilayah pascabencana.

Manfaat dari kegiatan ini antara lain:

  • Tersedianya akses air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir.
  • Meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan.
  • Memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
  • Menumbuhkan kepedulian sosial serta empati mahasiswa terhadap kondisi kewilayahan.

Usai sumur bor dapat digunakan, warga setempat mengucapkan terima kasih dan berharap keberadaan fasilitas ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk kebutuhan air bersih sehari-hari. Kegiatan ini juga memperkuat peran kepemimpinan mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah rawan bencana.