Pupuk Indonesia Gelar FertInnovation Challenge 2025, Gaet 1.620 Inovator untuk Kemandirian Pangan
FertInnovation Challenge 2025 Gaet 1.620 Inovator untuk Pertanian

Pupuk Indonesia Dorong Inovasi Pertanian Melalui FertInnovation Challenge 2025

PT Pupuk Indonesia (Persero) secara resmi menggelar program FertInnovation Challenge 2025 di Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026. Acara strategis ini berhasil menarik partisipasi dari 1.620 inovator yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk peneliti, profesional, startup, dan mahasiswa dari dalam maupun luar negeri.

Komitmen untuk Swasembada Pangan Nasional

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting perseroan dalam membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional. "FertInnovation Challenge sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," ujar Jamsaton, seperti dilansir dari Antara, Selasa (10/2/2026).

Program ini dirancang sebagai platform open innovation yang bertujuan menyerap gagasan transformatif dari inovator eksternal. Hasilnya nantinya akan direplikasi untuk menjawab tantangan keberlanjutan kemandirian pangan Indonesia. Kolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) turut memperkuat upaya menciptakan transformasi pertanian berbasis inovasi.

Empat Kategori Strategis untuk Pertanian Modern

FertInnovation Challenge 2025 mengusung empat kategori utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pertanian dari hulu hingga hilir:

  • Precision Agriculture & Digital Farming: Fokus pada budidaya tanaman presisi dan teknologi digital.
  • Climate Resilience & Sustainable Fertilizer: Mengatasi tantangan keberlanjutan lingkungan dan pupuk ramah iklim.
  • AI-Driven Agri Supply Chain: Mengoptimalkan sistem distribusi dan rantai pasok pupuk dengan kecerdasan buatan.
  • Process & Plant Engineering: Meningkatkan keandalan proses dan fasilitas produksi.

Jamsaton menjelaskan bahwa keempat kategori ini dirancang secara komprehensif untuk merespons kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari aspek teknis budidaya hingga keberlanjutan lingkungan.

Peluang Inkubasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Selain memberikan apresiasi kepada para pemenang, kegiatan ini juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan. Ide-ide terpilih berpotensi dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri dengan nilai dukungan hingga Rp2 miliar. Acara ini berfungsi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan industri, akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi.

"Kami percaya inovasi dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi produksi, ketahanan distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional," papar Jamsaton. Ia menambahkan bahwa pendekatan open innovation ini mendorong hilirisasi riset dan penciptaan nilai tambah ekonomi serta sosial bagi masyarakat.

Mewujudkan Pupuk Indonesia yang Inovatif dan Berdaya Saing

Penyelenggaraan FertInnovation Challenge semakin menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler dalam sektor agribisnis. Program ini tidak hanya membuka peluang adopsi teknologi ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat ekosistem startup pertanian dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti di laboratorium, melainkan siap diterapkan di lapangan secara berkelanjutan. Jamsaton berharap upaya kolaboratif ini dapat meningkatkan kualitas pupuk nasional dan mendukung kesejahteraan petani Indonesia.

"Kami berharap FertInnovation menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa," pungkasnya. Melalui langkah strategis ini, Pupuk Indonesia terus memperkuat fondasi untuk mencapai kemandirian pangan nasional yang tangguh di masa depan.