Prabowo Gelar Rapat Terbatas dengan Menteri, Fokus pada Keamanan Pangan Jelang Ramadan 2026
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk menghadiri rapat terbatas pada Rabu, 11 Februari 2026. Agenda rapat ini belum diungkap secara rinci sebelum dimulai, namun para menteri mulai berdatangan ke kompleks istana sekitar pukul 13.10 WIB.
Menteri yang Hadir dan Materi Pembahasan
Di antara menteri yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Para menteri enggan membeberkan detail pembahasan sebelum rapat, namun Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan petunjuk awal.
Amran menyatakan bahwa dirinya akan melaporkan perkembangan harga dan stok pangan, terutama dalam persiapan menghadapi Ramadan 2026. "Progres pangan khususnya beras, kemudian jagung dan hilirisasi, hilirisasi harga juga, stok pangan," kata Amran kepada wartawan di lokasi.
Jaminan Stok Pangan Nasional yang Aman
Mentan Amran memastikan bahwa stok pangan dalam kondisi aman untuk mendukung program bantuan selama Ramadan dan Lebaran 2026. Ia mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 3,8 juta ton pada akhir Februari, serta bisa mencapai 4 juta ton pada bulan Maret. "Banyak, sekarang stok kita 3,4 juta ton hari ini, kemungkinan akhir bulan 3,8 juta ton. Bulan Maret itu bisa 4 juta ton," jelasnya dengan tegas.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memilih untuk menunggu hasil rapat sebelum memberikan keterangan lebih lanjut. "Hari ini ada rapat ya sama Bapak Presiden. Agendanya nanti setelah kita rapat, baru saya akan kabari," tutur Bahlil dengan sikap hati-hati.
Implikasi dan Konteks Rapat
Rapat terbatas ini digelar dalam konteks persiapan pemerintah menghadapi bulan suci Ramadan 2026, yang memerlukan perhatian khusus terhadap ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Kehadiran menteri dari berbagai sektor seperti ekonomi, keuangan, energi, dan pertanian menunjukkan pendekatan komprehensif dalam membahas isu strategis nasional.
Dengan laporan stok beras yang cukup dan terus meningkat, pemerintah berupaya mencegah gejolak harga dan memastikan ketahanan pangan selama periode penting tersebut. Rapat ini juga mencerminkan komitmen Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo untuk mengawal program-program prioritas, termasuk dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.