Pos Indonesia Ungkap Strategi AI Dongkrak Rantai Pasok Nasional di AI Day Indosat
Pos Indonesia Pakai AI Dongkrak Rantai Pasok Nasional

Pos Indonesia Blak-blakan Soal Strategi AI untuk Dongkrak Rantai Pasok Nasional

Dalam forum Indonesia AI Day for Supply Chain Industry: Empowering Indonesia's Supply Chain yang digelar Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, PT Pos Indonesia secara terbuka memaparkan rencana transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini ditujukan untuk mendongkrak kinerja sektor rantai pasok nasional di tengah dinamika industri logistik yang semakin kompetitif.

AI Sebagai Pilar Utama Transformasi Digital

Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti, menegaskan bahwa pemanfaatan AI menjadi salah satu pilar utama agar perusahaan tetap relevan dan mampu tumbuh berkelanjutan. "Transformasi digital berbasis AI adalah keniscayaan bagi Pos Indonesia untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan industri logistik yang begitu cepat," ujar Prasabri di Jakarta.

Menurutnya, penerapan AI tidak hanya menyasar efisiensi operasional, tetapi juga untuk membangun sistem supply chain yang lebih cerdas, terhubung, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi hingga 15%, sejalan dengan klaim yang sebelumnya diungkapkan oleh Indosat.

Fokus pada Konsolidasi Bisnis Logistik Nasional

Selain transformasi berbasis AI, Pos Indonesia juga menaruh perhatian besar pada agenda konsolidasi bisnis logistik nasional. Prasabri menekankan bahwa industri logistik sangat mengutamakan volume dan skala. "Logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala. Ketika konsolidasi terjadi, skala otomatis meningkat—dan skala yang besar berdampak langsung pada efisiensi operasional," terangnya.

Ia menambahkan, skala bisnis yang besar akan memperkuat posisi Pos Indonesia untuk menjalin kemitraan strategis dengan pemain global sekaligus membuka akses ke pasar internasional. "Skala yang besar adalah modal kita untuk duduk setara dengan pemain global, menjalin kemitraan strategis, dan pada akhirnya membuka akses masuk ke pasar internasional," tambah Prasabri.

Dukungan dari Holding Logistik Nasional

Langkah konsolidasi tersebut merujuk pada rencana pembentukan Holding Logistik Nasional di bawah koordinasi Danantara, yang diharapkan mampu mengintegrasikan ekosistem logistik BUMN agar lebih efisien dan berdaya saing tinggi. Forum ini dibuka oleh Director & Chief Business Officer IOH M. Danny Buldansyah dan menghadirkan para pemimpin industri dari berbagai sektor strategis nasional, termasuk Garuda Indonesia, PT MRT Jakarta (Perseroda), JNE, dan Transjakarta.

Dengan strategi ini, Pos Indonesia berkomitmen untuk tidak hanya mengoptimalkan operasional internal, tetapi juga berkontribusi pada penguatan rantai pasok nasional secara keseluruhan, menciptakan sistem yang lebih tangguh di era digital.