Ketersediaan lapangan pekerjaan masih menjadi dilema bagi anak-anak dengan down syndrome ketika memasuki usia dewasa. Akses untuk mendapatkan pendidikan yang layak mungkin cukup mudah ditemui, namun tidak dengan pemberdayaan mereka setelah menimba ilmu. Hal ini mendorong Cindy Go dan rekannya untuk mendirikan Komunitas Seribu Paras pada 2019.
Motivasi di Balik Pendirian Komunitas
Cindy Go mengungkapkan bahwa kekhawatiran akan masa depan anak-anak down syndrome setelah ditinggal orang tua menjadi titik balik pemikirannya. "Anak-anak ini ketika bisa ditinggal dari orangtua atau ditinggal oleh keluarganya, mereka gimana. Itu yang menjadi titik balik pemikiran aku dan partner aku untuk membuat komunitas Seribu Paras," ungkap Cindy Go di BSD, Tangerang, Rabu (22/7/2026).
Komunitas ini bertujuan untuk menyalurkan bakat anak-anak dengan down syndrome ke lapangan kerja yang sesuai. Dengan demikian, mereka dapat hidup mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada keluarga.
Program dan Dampak Komunitas
Seribu Paras tidak hanya fokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga menjembatani mereka dengan dunia kerja. Hingga saat ini, komunitas telah membantu puluhan anak down syndrome mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan jasa. Program ini memberikan dampak positif bagi kepercayaan diri dan kemandirian para penyandang down syndrome.
Cindy berharap ke depannya semakin banyak perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas, termasuk down syndrome. "Kami ingin masyarakat melihat potensi mereka, bukan keterbatasannya," tambahnya.



