Stasiun MRT Monas, bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A, hampir rampung. Berada di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, stasiun bawah tanah ini dirancang sebagai destinasi wisata dan kawasan heritage Jakarta. Pantauan Liputan6.com pada Rabu (22/7/2026) menunjukkan pekerjaan konstruksi memasuki tahap akhir. Pintu masuk utama terletak di Monas silang barat, tidak jauh dari pintu masuk Monas dekat Patung Kuda.
Fasilitas dan Perkembangan Konstruksi
Di area bawah tanah, eskalator dan lift sudah terpasang namun belum berfungsi. Rel kereta juga telah terpasang di atas bantalan rel. Sejumlah pekerja masih melakukan penyetelan komponen lintasan dan penyelesaian instalasi di sepanjang terowongan. Stasiun ini memiliki panjang sekitar 220 meter dengan kedalaman peron 15-18 meter di bawah permukaan tanah. Dua akses masuk disediakan, yaitu Grand Entrance yang menghadap langsung ke Monas dan pintu masuk di Jalan Museum yang melayani kawasan perkantoran Medan Merdeka Barat.
Desain Ikonik dan Ruang Publik Multifungsi
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, menyatakan bahwa Stasiun Monas didesain sebagai stasiun ikonik karena berada di kawasan cagar budaya Monas. “Stasiun Monas sendiri, keunikannya dia adalah stasiun ikonik sebetulnya. Jadi ini memang kita desain karena masuk ke dalam kawasan heritage, kawasan Monumen Nasional,” kata Weni saat meninjau proyek pada Rabu (22/7/2026). Stasiun ini tidak hanya melayani mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas wisata dan edukasi.
Koridor panjang di stasiun akan disiapkan untuk area kesenian, edukasi, dan pameran edukasi. Menurut Weni, keberadaan stasiun ini akan melayani warga Jakarta, masyarakat Indonesia, serta wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke kawasan Monas. “Selain itu juga untuk turis-turis tadi karena area Stasiun Monas ini menjadi titik area heritage dan juga ini merupakan sebuah taman, ini targetnya memang kepada warga dan juga kepada turis-turis nasional maupun internasional,” ujar Weni.
Konsep Arsitektur Sunken Entrance
Konsep arsitektur Stasiun MRT Monas disesuaikan dengan karakter kawasan bersejarah. Bangunan di atas permukaan dibuat rendah dengan konsep sunken entrance agar tidak mengganggu lanskap Monas. “Kita bikin istilahnya sunken, seperti entrance ini, kita buat semacam sunken jadi langsung masuk ke area bawah tanah. Kemudian bangunan fasilitas ventilasi, cooling tower, ventilation tower, itu juga dibuat semi-sunken, jadi cukup rendah gitu, cukup pendek,” jelas Weni.
Target Operasi Akhir 2027
PT MRT Jakarta menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin mulai beroperasi pada akhir 2027. Dengan desain multifungsi dan integrasi dengan kawasan heritage, stasiun ini diharapkan menjadi ikon baru transportasi dan ruang publik di Jakarta.



