Pemprov Jabar Targetkan Teras Cihampelas Rampung Oktober 2026
Teras Cihampelas Ditargetkan Rampung Oktober 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menerima peralihan pengelolaan kawasan Jalan Cihampelas dari Pemerintah Kota Bandung. Langkah ini menjadi titik awal penataan kembali Teras Cihampelas untuk mengembalikan kejayaannya sebagai pusat industri kreatif, fesyen, dan destinasi wisata unggulan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan seluruh proses administrasi selesai dalam satu bulan dan pengerjaan fisik rampung pada Oktober 2026.

Kolaborasi Pemprov dan Pemkot Bandung

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung terus menghasilkan langkah konkret dalam menuntaskan persoalan perkotaan. Ia menegaskan bahwa peran Pemprov kini tidak lagi sebatas mengurus kebijakan administratif, tetapi juga turun langsung menangani urusan teknis pembangunan di lapangan.

"Provinsi Jabar saat ini tidak lagi sekadar mengurusi administrasi, tetapi juga hal teknis. Barangkali ini pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah provinsi membangun trotoar dan taman. Fokus penataan seperti ini diperuntukkan bagi kawasan pusat perkotaan, sementara untuk wilayah pedesaan kami fokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan," ujar Dedi dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penandatanganan NPHD dan BAST

Hal ini disampaikannya usai penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7). Pascapenyerahan ini, Pemprov Jabar akan menyelesaikan proses administrasi sebagai landasan dimulainya penataan fisik. Dedi berharap Cihampelas dapat kembali berjaya sebagai ikon Kota Bandung yang memiliki daya tarik global.

"Setelah Teras Cihampelas diserahkan ke Pemdaprov, selanjutnya kami langsung melakukan penataan administrasi untuk membenahi Cihampelas. Tujuannya agar kawasan ini kembali seperti dulu; menjadi pusat industri kreatif, barometer mode, serta pusat kunjungan warga dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara," tuturnya.

Sinergi dengan Bandara Husein Sastranegara

Dedi menyampaikan bahwa keberadaan Teras Cihampelas yang baru diharapkan akan bersinergi dengan beroperasinya kembali layanan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. Ia pun optimistis hal ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan asing, khususnya dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

"Dengan beroperasinya kembali Bandara Husein, saya yakin akan semakin banyak turis dari Malaysia, Singapura, dan Brunei yang kembali datang. Mereka sering kali datang hanya untuk potong rambut atau perawatan wajah, sehingga akhirnya menginap lebih lama. Karena sumber pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, kawasan publik harus ditata semenarik mungkin agar mengundang banyak kunjungan," ungkapnya.

Target Penyelesaian dan Transparansi

Terkait teknis pengerjaan, Dedi menargetkan proses penataan kawasan ini dapat berjalan cepat dan transparan. Pembongkaran fasilitas lama dan penataan yang baru akan dilakukan melalui mekanisme lelang yang terbuka untuk publik.

"Urusan administrasi dan segala macamnya ditargetkan selesai dalam satu bulan, sehingga Oktober seluruh pengerjaan fisik sudah rampung," tegas Dedi. Ia juga menjamin prinsip utama pemerintah dalam proyek ini adalah integritas tinggi tanpa penyimpangan aturan.

"Selama kita memiliki niat yang baik dan proses berjalan transparan, tanpa ada praktik fee yang menyimpang dalam lelang, selama kita lurus-lurus saja semua orang akan memahami itu," imbuhnya.

Apresiasi Wali Kota Bandung

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, mengapresiasi kolaborasi antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar dalam menuntaskan berbagai proyek vital perkotaan.

"Alhamdulillah, hari ini terjalin sinergi yang luar biasa antara Pemkot dan Pemdaprov. Dari tiga isu utama yang sempat kami bahas bersama Pak Gubernur, semuanya sudah berjalan baik. TPPAS Legok Nangka sudah groundbreaking, dan hari ini Teras Cihampelas resmi diserahterimakan. Tiga isu paling ramai antara saya dan Pak Gubernur, beres," kata Farhan.

Ia berharap alih kelola dan penataan Teras Cihampelas ini bukan sekadar membenahi infrastruktur, melainkan menjadi stimulus untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi kreatif, perdagangan, dan pariwisata di jantung Kota Bandung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga