Aktor Fedi Nuril mengalami cedera ringan saat menjalani proses syuting film Bapakmu Kiper yang disutradarai oleh Ody Harahap. Dalam film tersebut, Fedi memerankan tokoh Warto, seorang mantan kiper sepak bola antarkampung atau tarkam. Cedera terjadi pada ibu jari tangan Fedi ketika ia harus menahan tendangan keras dari King Polo, salah satu pemain sepak bola tarkam yang juga ikut berakting dalam film ini.
Kronologi Cedera Fedi Nuril
Insiden ini berlangsung saat syuting adegan pertandingan sepak bola. King Polo, yang dikenal sebagai pemain tarkam dengan tendangan kuat, melakukan tendangan ke arah gawang. Fedi yang berperan sebagai kiper berusaha menahan bola dengan tangannya, namun akibat benturan keras, ibu jarinya terkilir. Meskipun cedera, Fedi tetap melanjutkan syuting setelah mendapatkan penanganan medis ringan di lokasi. Tidak ada luka serius yang dilaporkan, dan produksi film berjalan sesuai jadwal.
Film Bapakmu Kiper dan Dunia Tarkam
Film Bapakmu Kiper mengangkat kisah tentang sepak bola tarkam, yang merupakan fenomena sosial di Indonesia. Tarkam atau sepak bola antarkampung sering menjadi ajang unjuk kebolehan para pemain amatir. Sutradara Ody Harahap berusaha menghadirkan atmosfer otentik dengan melibatkan pemain tarkam asli seperti King Polo. Fedi Nuril, yang sebelumnya dikenal melalui film-film drama dan religi, harus berlatih keras untuk mendalami peran sebagai kiper. Ia menjalani latihan khusus selama beberapa minggu sebelum syuting dimulai.
Peran Warto sebagai Mantan Kiper Tarkam
Dalam Bapakmu Kiper, Warto adalah karakter yang memiliki masa lalu gemilang sebagai kiper tarkam. Setelah pensiun, ia kembali ke kampung halaman dan menghadapi berbagai konflik. Fedi Nuril menyatakan bahwa peran ini menantang karena harus menguasai teknik dasar kiper sekaligus menghidupkan emosi karakter. Cedera yang dialaminya justru menambah realisme adegan, karena menggambarkan risiko fisik yang dihadapi kiper di lapangan. Tim produksi memastikan keselamatan pemain tetap prioritas, namun kecelakaan kecil seperti ini tidak dapat dihindari dalam syuting yang melibatkan aksi fisik.



