Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah memasang pelican crossing sementara di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, sebagai pengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang rusak berat akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu. Fasilitas ini sudah dapat digunakan oleh pejalan kaki sejak Selasa, 28 Juli 2026.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa pelican crossing disediakan sebagai akses sementara bagi masyarakat pascapembongkaran JPO Tendean. "Fasilitas penyeberangan tersebut disediakan sebagai akses sementara bagi masyarakat pascapembongkaran JPO Tendean yang mengalami kerusakan berat akibat insiden beberapa waktu lalu, hingga dibangunnya kembali JPO pengganti," ujarnya di Jakarta, Kamis (30/7).
Penataan Akses Pejalan Kaki
Penyediaan pelican crossing ini merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Sebagai dukungan, Dinas Bina Marga melakukan penataan akses pejalan kaki dengan pemasangan paving block pada area median jalan. "Pemasangan paving block pada area median jalan untuk menghubungkan jalur penyeberangan di kedua sisi jalan, sehingga fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal," kata Siti.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan (Sudinhub Jaksel) juga mengonfirmasi bahwa pelican crossing sudah berfungsi. Kepala Sudinhub Jaksel, Bernad Octavianus Pasaribu, menyatakan, "Pelican crossing sudah bisa dipakai." Personel dikerahkan ke lokasi untuk memberikan sosialisasi kepada pejalan kaki dan pengendara yang melintas.
Volume Lalu Lintas dan Pejalan Kaki
Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI, volume lalu lintas di lokasi mencapai 2.579 kendaraan per jam, sementara jumlah pejalan kaki yang menyeberang mencapai 874 orang per jam. Terdapat tiga titik penyeberangan di sekitar lokasi bekas JPO Tendean: pelican crossing di depan Ayam Goreng Suharti (berjarak 383 meter), JPO di depan Gerbang Tol Bina Marga (718 meter), serta zebra cross di U-turn Simpang Gotri (364 meter).
Seorang warga sekaligus pekerja proyek bernama Oki mengaku terbantu dengan adanya pelican crossing. "Senang adanya pelican crossing. Harapannya setiap pagi atau siangnya ada petugas biar menyeberangnya lancar, sebelum ada jembatan lagi gitu," kata Oki.
Rencana Pembangunan Ulang JPO
Pembangunan ulang JPO Tendean masih dalam tahap perencanaan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, memperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 5-6 miliar. Pemprov DKI akan mengupayakan pembiayaan melalui skema Koefisien Lantai Bangunan (KLB) agar tidak membebani APBD. Skema kompensasi KLB memungkinkan pengembang membangun gedung lebih tinggi atau lebih luas dengan imbalan pembangunan fasilitas publik.
Heru mengakui bahwa pembangunan kembali JPO akan memakan waktu lama. Sebagai solusi jangka pendek, koordinasi dengan Dinas Perhubungan telah dilakukan untuk menyediakan zebra cross atau pelican crossing. "Kami berharap dalam waktu dekat pembangunan kembali JPO sudah dapat dilakukan," tambahnya.
Pekerjaan ini merupakan hasil koordinasi dan survei lapangan antara Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.



