Krisis Air Bersih di Bogor, Warga Tempuh 4 Km Demi Air
Krisis Air di Bogor, Warga Tempuh 4 Km untuk Air Bersih

Kemarau panjang yang melanda selama hampir tiga bulan telah memicu krisis air bersih di Desa Pingku, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Warga terpaksa menempuh perjalanan hingga empat kilometer untuk mendapatkan air bersih dari satu-satunya sumur yang masih mengeluarkan air.

Setiap hari, warga membawa galon kosong menggunakan sepeda motor menuju sumur yang berada jauh dari permukiman. Sumur tersebut menjadi satu-satunya sumber air yang masih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.

Warga Mengantre untuk Mendapatkan Air

Salah seorang warga, M Fickie, mengatakan warga harus mengantre, terutama pada pagi dan sore hari, karena banyaknya warga yang bergantung pada sumur tersebut. Menurutnya, seluruh sumur di lingkungan tempat tinggalnya telah mengering sehingga tidak lagi dapat digunakan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kurang lebih jaraknya 3 sampai 4 kilometer dari rumah. Kalau pagi dan sore ramai, antre banget. Di rumah airnya sudah kering. Belum ada bantuan. Untuk air minum harus beli, kalau mandi ambil air dari sini," ujar Fickie, Senin (3/8).

Keluhan Warga Lainnya

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Syamsul. Ia mengaku sumur di rumahnya telah mengering sejak sekitar dua bulan terakhir. Hingga kini, ia mengaku belum menerima bantuan air bersih sehingga harus mengantre di sumur yang masih memiliki debit air.

"Di rumah sumurnya sudah kering sekitar dua bulan terakhir. Belum ada bantuan sama sekali. Kalau mau ambil air harus antre di sumur yang di bawah," katanya.

Harapan Warga untuk Bantuan Pemerintah

Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih. Sebab, hingga kini sebagian besar sumur warga masih mengering dan krisis air bersih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga