Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Pertalite di SPBU Parungpanjang Usai Dugaan BBM Tercampur Air
Pertamina Hentikan Pertalite di SPBU Parungpanjang Usai BBM Diduga Tercampur Air

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Pertalite di SPBU Parungpanjang Usai Dugaan BBM Tercampur Air

Sebuah insiden yang meresahkan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Cikabon Parungpanjang, Kabupaten Bogor. SPBU tersebut diduga menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang tercampur dengan air, menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami gangguan mesin hingga mogok. Informasi ini pertama kali ramai disebarkan oleh warga melalui berbagai platform media sosial pada hari Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat beberapa pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraan mereka karena mesin tiba-tiba mati setelah mengisi BBM di lokasi tersebut. Kondisi ini memicu kecurigaan kuat bahwa bahan bakar yang disalurkan tidak murni dan telah terkontaminasi oleh air. Dugaan ini semakin menguat dengan munculnya laporan serupa dari beberapa pengendara lain dalam waktu yang hampir bersamaan.

Respons Cepat dari Pertamina Patra Niaga Regional JBB

Menanggapi laporan tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) segera mengambil tindakan tegas. Mereka secara resmi menghentikan sementara penyaluran BBM jenis Pertalite di SPBU yang berlokasi di Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, terhitung mulai hari Jumat, 13 Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan tindak lanjut atas keluhan konsumen terkait kualitas produk yang disalurkan.

"Kami telah menginstruksikan penghentian sementara penyaluran Pertalite di SPBU 34.16316 Parungpanjang sebagai langkah antisipatif," jelas Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Pembukaan Posko Keluhan dan Penanganan Aduan

Sebagai wujud tanggung jawab dan respons yang cepat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB bersama dengan pengelola SPBU telah membuka posko keluhan di area SPBU tersebut. Posko ini bertujuan untuk menerima pengaduan secara langsung dari konsumen yang terdampak. Hingga saat ini, telah tercatat sebanyak 18 aduan yang masuk dan semuanya telah ditangani dengan baik.

"Semua ditangani dengan baik berupa service dan penggantian BBM. Rinciannya sebanyak 14 motor dan 4 mobil," ungkap Susanto August Satria. Penanganan yang dilakukan meliputi pengurasan dan penggantian BBM pada kendaraan konsumen, serta perbaikan atau service untuk kendaraan yang mengalami kerusakan.

Pendataan Konsumen dan Pemeriksaan Menyeluruh

Selain membuka posko keluhan, pihak Pertamina dan pengelola SPBU juga melakukan pendataan terhadap konsumen yang terdampak. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua laporan dapat ditangani secara komprehensif. Pengelola SPBU menyatakan kesanggupan untuk bertanggung jawab penuh atas penyelesaian seluruh keluhan yang masuk.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional JBB terus melakukan koordinasi dan monitoring secara intensif guna memastikan penanganan berjalan optimal. "Saat ini, kami bersama pengelola SPBU melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur dan proses operasional guna mengidentifikasi penyebab serta memastikan kualitas produk sesuai standar yang berlaku," tambah Satria.

Komitmen Pertamina dan Imbauan kepada Masyarakat

Pertamina Patra Niaga Regional JBB menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas dan keandalan distribusi BBM kepada masyarakat. Mereka mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika menemukan keluhan terkait kualitas BBM melalui Pertamina Call Center 135 atau email pcc135@pertamina.com agar dapat segera ditindaklanjuti.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas BBM yang disalurkan, demi keselamatan dan kenyamanan pengendara. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan masalah serupa tidak terulang di masa depan.