Pemprov DKI Jakarta dan Pelindo Sinergi Cegah Kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Pelindo untuk mengantisipasi kemacetan parah yang pernah melanda Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kolaborasi ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 31 Maret 2026.
Latar Belakang dan Solusi yang Ditawarkan
Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh insiden kemacetan hebat pada April 2025, di mana aktivitas truk di pelabuhan meningkat drastis dari kapasitas normal 2.500 truk per hari menjadi 7.000 truk per hari. Pramono menyoroti ketidakprofesionalan pengelolaan yang menyebabkan gangguan lalu lintas serius. Sebagai solusi, Pemprov DKI menyediakan lahan parkir seluas lima hektare di Terminal Tanah Merdeka secara gratis untuk Pelindo, yang mampu menampung hingga 200 kontainer.
"Kami menggratiskan lahan parkir ini karena biaya kemacetan seperti tahun lalu terlalu tinggi," tegas Pramono. Langkah ini bertujuan mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
Dampak Positif pada Arus Mudik Lebaran 2026
Di sisi lain, Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia Jakarta, Antonius Lumban Gaol, melaporkan bahwa operasional kapal penumpang di Tanjung Priok selama periode Lebaran 2026 berjalan relatif lancar. Sebanyak 24.253 penumpang tercatat berangkat dari pelabuhan ini, dengan situasi keamanan yang kondusif berkat sinergi antarinstansi.
Antonius mengakui adanya kendala seperti peningkatan volume penumpang yang menyebabkan kepadatan, namun hal ini diatasi melalui pengaturan jadwal dan optimalisasi fasilitas. Faktor pendorong lainnya adalah program diskon transportasi Pelni sebesar 30%, yang dimanfaatkan oleh 431.705 penumpang hingga 28 Maret 2026.
Komitmen Jangka Panjang dan Antisipasi Masa Depan
Kerja sama ini tidak hanya sekadar respons insidental, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang Pemprov DKI untuk meningkatkan efisiensi logistik dan transportasi di ibu kota. Dengan menyediakan infrastruktur pendukung, diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas pelabuhan.
Pramono menekankan pentingnya profesionalisme pengelolaan untuk menghindari gangguan di masa depan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi penanganan kemacetan di kawasan pelabuhan lainnya di Indonesia.



