Dirut ASDP Ungkap Pelanggaran Truk Sumbu Tiga Pemicu Macet Gilimanuk
Pelanggaran Truk Sumbu Tiga Picu Macet di Gilimanuk

Dirut ASDP Buka Suara Soat Biang Kerok Macet Parah di Pelabuhan Gilimanuk

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, secara terbuka mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kemacetan panjang yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, adalah operasional truk sumbu tiga yang melanggar aturan pembatasan jam operasional. Menurutnya, ketidakpatuhan ini telah memicu antrean kendaraan yang parah dan mengganggu kelancaran arus mudik menjelang Hari Nyepi.

Pelanggaran Jam Operasional Truk Sumbu Tiga Jadi Pemicu Utama

Heru Widodo menjelaskan bahwa kendaraan sumbu tiga ke atas seharusnya dibatasi dalam beroperasi, namun masih banyak yang tetap berjalan pada jam-jam yang dilarang. "Ini juga adanya ketidakpatuhan dari kendaraan sumbu tiga ke atas yang mestinya dibatasi, tapi masih tetap beroperasi pada jam-jam yang sebenarnya dilarang. Nah, inilah yang kemudian menjadi penyebab kemarin terjadi macet panjang di Gilimanuk," ucap Heru di Pelabuhan Merak, Selasa (17/3/2026).

Selain faktor pelanggaran tersebut, Heru juga mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang dan kendaraan selama periode mudik ini. Ia menyebutkan bahwa pergerakan kendaraan tahun ini mencapai sekitar 27.000 unit, naik 33% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 21.000 unit. "Itu naik besar sekali, dan kenaikannya 33% dibandingkan tahun lalu," tambahnya.

Upaya Antisipasi dan Penambahan Kapal untuk Atasi Kepadatan

Sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terulangnya kepadatan serupa, pemerintah telah menambah satu kapal untuk mengangkut penumpang. "Dari kapal yang tadinya 34, kita tambah satu lagi, kapal kami yang ada di lintasan Lembar-Padangbai," kata Heru. Ia meyakini bahwa dengan penambahan kapal ini, masalah kepadatan akan segera teratasi.

Heru juga menyampaikan bahwa saat ini kepadatan kendaraan di Gilimanuk sudah mulai terurai. "Ini sudah beroperasi, sehingga mulai mengurai antrean di jalan menuju pelabuhan. Dan saya yakin malam ini Insyaallah sudah selesai semuanya," ujarnya dengan optimis.

Permintaan Maaf dan Penerapan Pola TBB di Pelabuhan Ketapang

Diketahui, kepadatan arus mudik terjadi di Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (16/3/2026). PT ASDP Indonesia Ferry telah menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pengguna jasa. "ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, seperti dilansir Antara.

Untuk mengurai kepadatan dan antrean pemudik, Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, telah memberlakukan pola penuh 'tiba bongkar berangkat' (TBB) bagi kapal perbantuan. "Pemberlakuan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari percepatan layanan," jelas Windy Andale.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan arus mudik ke depan dapat berjalan lebih lancar dan menghindari kemacetan serupa di Pelabuhan Gilimanuk.