Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pengawalan pelayanan bagi jemaah haji yang termasuk dalam kategori lansia, disabilitas, dan perempuan. Hal ini disampaikan oleh anggota Timwas Haji DPR RI 2026, Maman Imanulhaq, saat akan berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (17/5).
Prioritas Layanan untuk Tiga Kategori Jemaah
Maman Imanulhaq menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal untuk memastikan kehadiran petugas yang melayani tiga kategori jemaah tersebut, terutama lansia dan disabilitas. Terkait jemaah disabilitas, ia mengapresiasi adanya transportasi khusus yang telah disediakan. "Ini tentu kami apresiasi," ujarnya.
Pelayanan untuk Jemaah Lansia
Untuk jemaah lansia, Timwas Haji masih terus memantau pelayanan yang diberikan. Maman berharap petugas dapat mengedepankan komunikasi secara psikologis dan penghormatan terhadap orang tua dengan cara yang humanis. "Penghormatan terhadap orang-orang tua dengan cara-cara yang lebih humanis, juga kami harap bisa dikedepankan," katanya.
Pengawasan Fasilitas Hotel dan Katering
Anggota Timwas Haji DPR 2026 lainnya, Selly Andriany Gantina, menyoroti pengawasan terhadap penyediaan fasilitas bagi jemaah haji, termasuk pemondokan dan hotel. Timwas telah menerima laporan mengenai hotel yang tidak layak. "Ada beberapa hotel yang kabarnya sangat tidak layak untuk dilanjutkan di beberapa tahun yang akan datang. Mungkin hal-hal itu yang menjadi perhatian kita," katanya pada Sabtu (16/5).
Overkapasitas Kamar Hotel
Selain kelayakan, overkapasitas kamar hotel juga menjadi sorotan. Menurut kontrak antara Kementerian Agama dan vendor, satu kamar seharusnya hanya berisi empat tempat tidur. Namun, temuan awal Timwas Haji menunjukkan bahwa kapasitas tempat tidur dalam satu kamar mencapai enam buah. "Informasi yang masuk kepada kami di DPR, ada beberapa jemaah yang memang mengalami overkapasitas, terutama di beberapa sektor seperti halnya di sektor 4 maupun di sektor 9," jelas Selly.
Layanan Katering
Timwas Haji DPR juga menyoroti penyediaan makanan atau layanan katering bagi jemaah haji. Meskipun sudah menyajikan selera nusantara, layanan katering dinilai masih membosankan. "Ini juga menjadi bahan evaluasi kami," tambah Selly.
Dengan berbagai temuan ini, Timwas Haji DPR bertekad untuk terus mengawal dan memastikan pelayanan yang optimal bagi seluruh jemaah haji, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian ekstra.



