Arus Balik 2026: One Way Lokal di Tol Semarang Picu Kepadatan Jalan Protokol
One Way Lokal di Tol Semarang Picu Kepadatan Jalan Protokol

Arus Balik 2026: One Way Lokal di Tol Semarang Picu Kepadatan Jalan Protokol

Arus balik Lebaran 2026 melalui Kota Semarang pada Kamis, 26 Maret 2026, dipadati kendaraan yang didominasi pelat Jakarta di jalur tol Kalikangkung. Setelah one way nasional dihentikan sehari sebelumnya, tol Semarang diberlakukan one way lokal sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada arus balik Idulfitri 1447H/2026.

Rekayasa Lalu Lintas untuk Mengurai Kepadatan

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mendukung penyesuaian rekayasa lalu lintas yang kembali diberlakukan atas diskresi Kepolisian pada Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C hingga Jalan Tol Batang–Semarang. Awalnya, one way lokal sempat diberlakukan dari KM 429 Simpang Susun Jangli hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung.

Seiring kondisi lalu lintas yang mulai terkendali, atas diskresi Kepolisian kemudian kembali diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal dari KM 425+800 Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang–Semarang. Kebijakan ini mulai dilaksanakan pukul 14.06 WIB untuk memperlancar arus kendaraan yang bergerak menuju arah Jakarta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Sejalan dengan diskresi Kepolisian, PT Jasamarga Transjawa Tol menjalankan cara bertindak dalam mengurai lonjakan kendaraan arus balik menuju Jakarta dan sekitarnya," ungkap Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo.

Dampak pada Jalan Protokol Kota Semarang

Kendaraan yang melaju dengan arah sebaliknya terpaksa keluar tol dan memadati jalan protokol di Kota Semarang. Pantauan di lapangan menunjukkan peningkatan arus kendaraan akibat kebijakan one way nasional terpantau di beberapa simpang utama kota seperti Simpang Karyadi, Kaligarang, dan Sam Poo Kong.

Meski demikian, kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan petugas di lapangan. Kendaraan yang harus keluar tol memadati sejumlah jalan yang menghubungkan sejumlah kabupaten di sekitar kota Semarang.

Di samping jalur utama, Pemerintah Kota Semarang bersama jajaran Satlantas Polrestabes juga telah mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di titik-titik pusat oleh-oleh maupun destinasi wisata yang kerap menjadi tempat tujuan para pemudik. Beberapa titik seperti pusat oleh-oleh Pandanaran, Lawang Sewu, Simpang Lima, dan juga kawasan Kota Lama menjadi perhatian dalam pengaturan lalu lintas.

Data Kendaraan dan Upaya Pengendalian

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, membeberkan data berdasarkan laporan yang menunjukkan jumlah kendaraan yang masuk dan melintas Kota Semarang terpantau tinggi. Melalui Gerbang Tol Kalikangkung, tercatat 377.193 kendaraan masuk dan 165.958 kendaraan keluar.

Di sejumlah ruas jalan utama kota, pergerakan kendaraan juga cukup padat:

  • Jalan Perintis Kemerdekaan mencatat 594.074 kendaraan masuk dan 504.273 kendaraan keluar.
  • Jalan Siliwangi dilalui 661.815 kendaraan masuk.
  • Jalan Brigjen Katamso tercatat 263.129 kendaraan masuk dan 339.795 kendaraan keluar.

Pemantauan arus lalu lintas dan pergerakan pemudik melalui Posko Angkutan Lebaran Kota Semarang akan terus dilakukan hingga masa arus balik selesai, guna memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman dan tertib.

"Kita bersyukur arus mudik maupun arus balik di Kota Semarang hingga Selasa malam terpantau lancar dan kondusif. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung di lapangan, baik rekan-rekan dari Satlantas Polrestabes Semarang, Dishub serta masyarakat yang terus bersinergi dalam melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas," ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga