Kemacetan Truk di Pelabuhan Bakauheni Mulai Terurai Setelah Puncak Arus Balik Lebaran
Kepadatan kendaraan truk angkutan barang di jalur utama menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, perlahan-lahan mulai terurai pada Selasa pagi, 31 Maret 2026. Kondisi ini menandai perbaikan setelah periode padat selama arus balik Lebaran, yang terjadi dari Minggu, 29 Maret, hingga Selasa pagi tersebut.
Penyebab Lonjakan dan Data Kendaraan
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan bahwa lonjakan jumlah kendaraan truk di kawasan pelabuhan ini disebabkan oleh berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas. Pembatasan tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026/1447 Hijriah, yang berlaku di lintasan Bakauheni–Merak pada 23–29 Maret 2026.
"Dalam periode 24 jam, mulai 30 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, data ASDP Cabang Bakauheni mencatat sekitar 4.810 unit kendaraan truk dalam sehari. Tingginya angka ini mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi barang pasca-Lebaran, seiring mulai pulihnya aktivitas ekonomi," ujar Partogi, seperti dilansir dari Antara pada Selasa, 31 Maret 2026.
Skema Penanganan dan Kondisi Operasional
Untuk mengatasi kepadatan yang meningkat, pihak PT ASDP menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal. Partogi menambahkan bahwa dari mobilitas kendaraan yang tinggi tersebut, pergerakannya didukung oleh 41 kapal yang beroperasi dengan total 122 trip selama periode 24 jam itu.
Dia juga menyebutkan bahwa kondisi cuaca yang relatif bersahabat serta tidak adanya kejadian menonjol selama periode tersebut membantu arus kendaraan truk di Pelabuhan Bakauheni pascapuncak arus balik dapat terurai dengan baik, meskipun volume terus meningkat.
Prediksi dan Tren ke Depan
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi bahwa puncak arus balik dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak akan terjadi pada akhir pekan ini. Tren lonjakan kendaraan yang melintas pun mulai terlihat, menunjukkan bahwa aktivitas logistik dan distribusi barang masih dalam fase pemulihan pasca-Lebaran.
Dengan terurainya kemacetan ini, diharapkan efisiensi dalam rantai pasokan dapat meningkat, mendukung pemulihan ekonomi nasional setelah periode liburan panjang. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di pelabuhan strategis ini.



