KAI Tegaskan Lahan Dekat Rel di Menteng Harus Kosong
KAI Tegaskan Lahan Dekat Rel di Menteng Harus Kosong

Area right of way (ROW) milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Menteng, Jakarta Pusat, bukanlah lahan yang sengaja dibiarkan kumuh. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa lahan tersebut memang wajib kosong dan bebas dari segala bentuk aktivitas maupun tumbuhan tinggi. Pernyataan ini merupakan respons atas keluhan warga yang menganggap area di sekitar rel tersebut tidak terawat.

"Lahan itu harus dibiarkan kosong, tidak boleh ada tumbuhan tinggi apalagi aktivitas. ROW itu bukan kita sengaja kumuh atau apa, tapi emang harus kosong," ujar Franoto saat dihubungi, Senin (3/8/2026).

Petugas Prasarana KAI Rutin Membersihkan ROW

Franoto menjelaskan bahwa KAI Daop 1 Jakarta telah menyiapkan petugas pemeliharaan prasarana yang bertugas secara rutin memastikan kondisi di setiap titik ROW. Para petugas tersebut tidak hanya mengecek keandalan jalur kereta, tetapi juga membersihkan lingkungan yang berada dalam area ROW sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jadi di kami memang ada petugas prasarana yang rutin selain juga memastikan kehandalan jalur kereta kami, juga dia punya tugas membersihkan lingkungan yang masuk ROW dan hal tersebut ada jadwalnya," terang Franoto.

Namun, KAI tidak bisa bekerja sendirian. Franoto mengajak warga untuk memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan area ROW. Ia menegaskan bahwa ROW bukanlah tempat pembuangan sampah, dan masyarakat dilarang membuang sampah sembarangan di pinggir jalur kereta api.

"Perkara ada pendapat dari warga sekitar bahwa di lahan ROW tersebut banyak sampah, tentu bukan KAI yang membuang sampah. Nggak mungkin juga warga dari Surabaya, misalkan dari Maluku buang sampah di situ," jelasnya.

Franoto menambahkan, kebiasaan masyarakat membuang sampah ke pinggir rel sangat membahayakan. Ia mengimbau agar warga di sepanjang lintasan Daop 1 Jakarta tidak lagi melakukan hal tersebut demi keselamatan bersama.

Bermula dari Permintaan Warga untuk Main Bola

Persoalan ini bermula ketika PT KAI Daop 1 Jakarta menolak permohonan warga untuk memanfaatkan lahan tidur di Menteng, Jakarta Pusat, sebagai lapangan sepak bola dan ruang aktivitas warga. Ketua Karang Taruna RW 08, Andika Prasetia (27), menjelaskan bahwa kondisi lahan tersebut memang sudah kumuh sejak awal. Banyak warga resah karena sering muncul binatang liar seperti ular kecil dari area itu.

"Karena sering ada binatang keluar-keluar dari lahan kumuhnya itu loh, kayak ada ular-ular kecil suka lewat di jalanan gitu, itu keluar dari tempat itu gitu kan," kata Andika di Jalan Menteng Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026).

Warga kemudian mengirim surat ke KAI untuk mengajukan pemanfaatan lahan tersebut. Andika menyebutkan, harapan warga adalah menjadikan lahan itu sebagai ruang terbuka serbaguna, bukan hanya untuk bermain bola. Ibu-ibu bisa senam, bapak-bapak bisa berolahraga, dan anak-anak bisa berkegiatan.

"Dalam artian lapangan serbaguna, nggak cuma main bola gitu kan, nanti ibu-ibu bisa senam, bapak-bapak bisa berolahraga, dan anak-anak bisa main bola atau kegiatan lainnya gitu kan," tuturnya.

Menariknya, tidak jauh dari lahan KAI tersebut terdapat kegiatan lomba main bola masyarakat yang dikenal dengan Liga Aspal. Andika menegaskan lokasi Liga Aspal berbeda dengan lahan KAI yang dimohonkan warga.

Warga Minta KAI Bersihkan Lahan yang Tak Terpakai

Setelah KAI menolak permohonan tersebut, Andika mewakili warga sekitar berharap KAI tetap melakukan pembersihan dan perawatan lahan tidur itu. Saat ini, lahan tersebut ditumbuhi rumput liar yang tinggi hingga hampir mencapai jalanan dan dipenuhi sampah.

"Di sebelahnya itu benar-benar kumuh yang rumput liarnya itu tinggi-tinggi banget gitu dan sudah hampir ke jalanan lah. Ya semoga juga KAI kalau memang tidak bisa dimanfaatkan oleh warga, ya dibersihkan lah," tuturnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga