ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Lintas Jawa-Bali untuk Hormati Hari Raya Nyepi
ASDP Hentikan Penyeberangan Jawa-Bali untuk Hormati Nyepi

ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Lintas Jawa-Bali untuk Hormati Hari Raya Nyepi 2025

PT ASDP Indonesia Ferry, operator utama penyeberangan kapal di Indonesia, telah mengumumkan penghentian sementara operasi penyeberangan di lintas Jawa-Bali selama perayaan Hari Raya Nyepi 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan umat Hindu, yang menjalankan Catur Brata Penyepian dengan berdiam diri dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Detail Penghentian Operasi

Penghentian operasi penyeberangan akan berlaku di seluruh pelabuhan yang dikelola ASDP di lintas Jawa-Bali, termasuk pelabuhan utama seperti Ketapang di Banyuwangi dan Gilimanuk di Bali. Periode penghentian direncanakan berlangsung selama 24 jam, dimulai dari tengah malam hingga tengah malam berikutnya, sesuai dengan waktu pelaksanaan Nyepi. Keputusan ini bertujuan untuk memastikan ketenangan dan kekhusyukan perayaan, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah daerah setempat yang membatasi mobilitas selama hari suci tersebut.

Dampak dan Persiapan Penumpang

Dengan penghentian sementara ini, diharapkan penumpang dan pengguna jasa penyeberangan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih matang. ASDP menyarankan agar masyarakat yang berencana melintas antara Jawa dan Bali sekitar waktu Nyepi untuk mempertimbangkan jadwal alternatif atau menggunakan moda transportasi lain. Langkah ini juga mencerminkan komitmen ASDP dalam mendukung keberagaman budaya dan agama di Indonesia, dengan mengutamakan aspek toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan lokal.

Selain itu, ASDP akan memberikan informasi lebih lanjut melalui kanal resmi mereka mengenai penyesuaian jadwal dan prosedur penyeberangan setelah periode penghentian. Hal ini untuk memastikan kelancaran operasional pasca-Nyepi dan menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan. Dengan demikian, keputusan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga praktis dalam mengelola lalu lintas penyeberangan di salah satu rute tersibuk di Indonesia.