Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Dipadati Sekitar 100.000 Jemaah
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Dipadati Jemaah

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar zikir dan doa kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026) malam. Antusiasme warga terhadap kegiatan ini terbilang sangat tinggi. Kawasan Monas tampak dipadati masyarakat yang datang dari berbagai penjuru daerah sejak sore hari untuk mengikuti acara tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 19.35 WIB, seluruh area sisi selatan Monas telah dipenuhi oleh jemaah. Sisi selatan tersebut menjadi titik utama digelarnya zikir dan doa kebangsaan. Massa jemaah tampak duduk dengan tertib di atas alas yang telah disiapkan, menciptakan pemandangan lautan manusia yang luar biasa di tengah ibu kota. Suasana malam di Monas terasa khidmat dengan hadirnya ribuan orang yang larut dalam lantunan doa.

Kegiatan zikir dan doa kebangsaan ini menjadi simbol persatuan bangsa di tengah keberagaman. Seluruh elemen masyarakat yang hadir bersatu dalam satu tujuan, yaitu memanjatkan doa demi keselamatan, persatuan, dan kemajuan Indonesia. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi semangat kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keberagaman Jemaah Mewarnai Ibadah Kebangsaan

Zikir dan doa kebangsaan ini diikuti oleh jemaah dari berbagai latar belakang agama. Keberagaman tersebut terlihat jelas dari busana yang dikenakan para peserta. Sebagian besar jemaah mengenakan pakaian muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian warga lainnya tampak mengenakan pakaian bernuansa putih dengan dilengkapi udeng Bali atau ikat kepala khas umat Hindu, serta selendang berwarna kuning yang menjadi ciri khas tersendiri dalam acara ini.

Kehadiran jemaah dari berbagai agama secara bersama-sama di Monas menjadi simbol kuat persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Mereka duduk berdampingan, mengikuti setiap rangkaian doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhidmatan. Tidak ada sekat di antara mereka—semua larut dalam suasana doa untuk kebaikan bangsa dan negara. Pemandangan ini menunjukkan bahwa toleransi dan kebersamaan antarumat beragama benar-benar terwujud dalam kehidupan bermasyarakat.

Menag Nasaruddin Umar Pimpin Langsung Rangkaian Doa

Kegiatan zikir dan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Ia didampingi oleh sejumlah pemuka agama yang turut hadir di atas panggung utama. Para jemaah yang hadir pun tampak dengan khidmat mengikuti setiap lantunan zikir dan doa yang dipandu dari panggung. Suasana bertambah khusyuk ketika seluruh peserta kompak duduk bersama dan melantunkan doa secara serentak. Para pemuka agama dari berbagai latar belakang keimanan turut mendampingi Menteri Agama, menegaskan bahwa doa kebangsaan merupakan milik seluruh umat beragama di Indonesia.

Antusiasme warga tidak hanya terpusat di sisi selatan Monas yang menjadi lokasi panggung utama. Warga juga ramai-ramai memenuhi setiap sisi silang Monas lainnya. Mereka tetap dapat menyaksikan jalannya zikir dan doa kebangsaan melalui layar-layar besar yang telah disediakan oleh panitia di berbagai titik. Layar-layar tersebut dipasang secara strategis agar seluruh jemaah yang berada di area Monas dapat mengikuti acara dengan baik meskipun posisinya cukup jauh dari panggung utama. Sistem pengeras suara yang memadai juga turut mendukung kekhidmatan acara.

100.000 Peserta Diperkirakan Hadir

Jemaah sendiri sudah mulai berdatangan ke area Monas sejak sore tadi. Mereka datang berbondong-bondong menggunakan sejumlah bus dari berbagai daerah. Panitia bersama petugas keamanan tampak sigap mengarahkan kedatangan para jemaah agar prosesi masuk ke area Monas berlangsung lancar dan tertib. Sejumlah pintu masuk dijaga ketat untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh peserta yang hadir. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh warga Jakarta, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kementerian Agama memperkirakan kegiatan zikir dan doa kebangsaan ini diikuti oleh sekitar 100.000 peserta. Perkiraan tersebut menjadikan acara ini sebagai salah satu kegiatan doa bersama terbesar yang pernah digelar di kawasan Monas. Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, menyampaikan bahwa panitia telah melakukan persiapan operasional di lapangan secara matang demi kelancaran acara. Ia juga menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat hingga hari pelaksanaan acara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Koordinasi dan Persiapan Operasional yang Matang

"Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, sejumlah rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sekitar kawasan Monas pada malam ini. Kerja sama yang erat antara panitia, TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh peserta. Langkah ini merupakan wujud komitmen semua pihak agar acara zikir dan doa kebangsaan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kekhidmatan hingga selesai. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh jemaah, zikir dan doa kebangsaan di Monas malam ini menjadi bukti nyata bahwa bangsa Indonesia senantiasa bersatu dalam doa demi masa depan yang lebih baik.