Warga Depok Keluhkan Suara Teriak dan Nyanyi Bangunkan Sahur Jam 2 Pagi
Warga Depok Keluhkan Teriak-Nyanyi Bangunkan Sahur Jam 2 Pagi

Warga Depok Terganggu Suara Teriak dan Nyanyi Bangunkan Sahur di Jam Dini Hari

Sebuah video yang viral di media sosial mengungkapkan keluhan warga Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, mengenai cara membangunkan sahur yang dinilai mengganggu. Dalam rekaman tersebut, terdengar seseorang menggunakan pengeras suara masjid untuk membangunkan warga dengan cara berteriak keras dan bernyanyi lagu yang tidak jelas sejak pukul 02.20 WIB.

Keluhan Warga Muslim yang Merasa Terganggu

Warga yang mengeluh, yang mengaku sebagai muslim, menyatakan bahwa metode membangunkan sahur dengan teriak dan nyanyi tersebut kurang tepat. "Lebih baik diputarkan murotal atau selawat dibandingkan cara seperti ini," ujar salah satu warga, seperti dikutip dari narasi video. Mereka menilai suara tersebut mengganggu ketenangan lingkungan, terutama karena waktu subuh sebagai batas akhir sahur baru jatuh sekitar pukul 04.40 WIB, sehingga ada selisih lebih dari dua jam.

Keluhan ini muncul di tengah bulan Ramadan 2026, di mana tradisi membangunkan sahur biasanya dilakukan dengan cara yang lebih khidmat. Warga berharap adanya perubahan agar aktivitas keagamaan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tindakan Kemenag Depok dengan Memberikan Teguran

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Enjat Mujiat, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sawangan. Hasil investigasi menemukan tiga masjid yang terlibat dalam insiden ini dan mendapatkan teguran resmi.

"Kepala KUA Sawangan saya minta koordinasi dengan RT RW setempat. Hasil penelusuran, ada tiga masjid yang kena teguran," jelas Enjat saat dihubungi wartawan pada Jumat, 6 Maret 2026. Ketiga masjid tersebut adalah Masjid Al-Ikhlas, Masjid An-Nasul Hadi, dan Masjid Ibadurrahman.

Edukasi dan Pemahaman untuk Pengurus Masjid

Enjat menambahkan bahwa pengurus dari ketiga masjid telah diberikan pemahaman dan edukasi mengenai penggunaan pengeras suara yang tepat. "Kami memberikan pemahaman untuk menjaga kondusifitas lingkungan dengan edukasi tentang pengeras suara," tuturnya. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan dan memastikan aktivitas keagamaan berjalan harmonis dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, pengurus masjid berkomitmen untuk menindaklanjuti keluhan warga dengan memberikan pemahaman kepada pemuda yang bertugas membangunkan sahur. "Alhamdulillah, ketiga pengurus masjid akan menindaklanjuti keluhan tersebut," pungkas Enjat, menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara pihak masjid dan masyarakat.

Dampak dan Harapan ke Depan

Insiden ini menyoroti perlunya keseimbangan antara pelaksanaan ibadah Ramadan dan kenyamanan warga. Dengan teguran dari Kemenag, diharapkan masjid-masjid di Depok dan sekitarnya dapat lebih bijak dalam menggunakan pengeras suara, terutama pada jam-jam sensitif seperti dini hari. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan penuh kedamaian dan toleransi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga