KOMPAS.com – Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus menjadi sorotan publik di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Selama ini, Netanyahu kerap dituding memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah, termasuk dalam langkah militer terhadap Teheran.
Bantahan dari Analis Israel
Namun, jurnalis dan analis asal Israel, Ben-Dror Yemini, justru menilai anggapan tersebut keliru dan tidak sesuai dengan fakta politik yang terjadi. Menurutnya, anggapan bahwa PM Netanyahu mengendalikan Presiden AS Trump hanyalah mitos politik yang berakar dari stereotip antisemit lama tentang 'kendali Yahudi atas Amerika'.
Lobi Netanyahu ke AS
Sebelumnya, Netanyahu dikenal sering melobi AS untuk mengambil sikap keras terhadap Iran, termasuk pada era Presiden George W. Bush. Namun, Yemini menekankan bahwa pengaruh Netanyahu tidak sebesar yang dituduhkan.
Analisis ini muncul di tengah spekulasi bahwa kebijakan AS terhadap Iran banyak dipengaruhi oleh kepentingan Israel. Yemini menegaskan bahwa keputusan AS tetap didasarkan pada kepentingan nasionalnya sendiri, bukan karena tekanan dari pemimpin asing.



