Ramalan Astronom: Idul Fitri 2026 di Arab Saudi Diprediksi Jatuh pada Jumat 20 Maret
Para astronom telah mengeluarkan perkiraan resmi bahwa hari raya Idul Fitri di Arab Saudi pada tahun 2026 kemungkinan besar akan jatuh pada hari Jumat, tanggal 20 Maret. Prediksi ini didasarkan pada analisis ilmiah yang mendalam mengenai fenomena hilal atau bulan sabit muda, yang menjadi penanda awal bulan Syawal dalam kalender Islam.
Basis Perhitungan dari KTT Astronomi Internasional
Ramalan tersebut merujuk pada hasil KTT Astronomi Internasional, yang menyatakan bahwa penampakan hilal pada tanggal 18 Maret 2026 mustahil terlihat dari wilayah Arab Saudi. Hal ini disebabkan oleh posisi bulan dan matahari yang tidak memungkinkan untuk observasi visual, sehingga bulan Ramadan diperkirakan akan berlangsung penuh selama 30 hari. Dengan demikian, Arab Saudi bakal menjalani puasa selama sebulan penuh, dengan acara makan bersama atau buka puasa bersama diperkirakan akan diadakan secara besar-besaran pada hari Jumat tersebut.
Seruan Mahkamah Agung untuk Tetap Menunggu Hasil Observasi
Meskipun prediksi astronomi sudah dikeluarkan, Mahkamah Agung Arab Saudi menyerukan kepada seluruh umat Islam di dunia untuk bersabar dan menunggu hasil pengamatan hilal yang akan dilakukan pada tanggal 18 Maret 2026 nanti. Seruan ini menekankan pentingnya konfirmasi langsung melalui observasi visual, sesuai dengan tradisi Islam dalam menentukan awal bulan Hijriyah. Keputusan final mengenai penetapan Idul Fitri tetap akan bergantung pada laporan resmi dari tim pengamat yang ditunjuk oleh otoritas keagamaan.
Perkiraan ini memberikan panduan awal bagi masyarakat Muslim, terutama di Arab Saudi, untuk mempersiapkan perayaan hari raya. Namun, semua pihak diharapkan tetap mengikuti perkembangan resmi dari pihak berwenang untuk kepastian tanggal yang akurat.
