Jemaah Naqsabandiyah di Bima Gelar Salat Idul Fitri Lebih Awal Hari Ini
Jemaah Naqsabandiyah di Bima Salat Idul Fitri Lebih Awal

Jemaah Naqsabandiyah di Bima Gelar Salat Idul Fitri Lebih Awal Hari Ini

Sebagian warga di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah lebih dulu merayakan Idul Fitri 1447 H. Jemaah Tarekat Qadariyah Wa Naqsyabandiyah di Kelurahan Ntobo dan Rontu, Kecamatan Raba, menggelar salat Id pada pagi hari ini, Kamis (19/3/2026).

Pelaksanaan Salat di Ponpes Darul Ulumi Wal Amal

Di Kelurahan Ntobo, salat Idul Fitri dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amal. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa salat Id dimulai sekitar pukul 07.30 WITA dengan imam Ustaz M Sidik dan khatib Ustaz M Tayeb.

Salat Id berakhir sekitar pukul 08.30 WITA dan langsung dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah atau salam-salaman antarjemaah. Setelah itu, seluruh jemaah berkumpul untuk makan bersama dengan menu makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh pihak ponpes.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesan Khatib untuk Mempertebal Keimanan

Dalam sambutannya, khatib M Tayeb mengajak para jemaah salat Id untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, yaitu dengan melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan.

"Momentum berakhirnya Ramadan harus ditandai dengan mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," ujarnya, seperti dilansir dari laporan terkait.

Ajaran untuk Berbakti dan Bermaafan

Selain itu, khatib juga menyampaikan pesan penting kepada jemaah agar selalu berbakti dan berlaku baik kepada orang tua, mencintai suami, istri, anak, dan keluarga. Termasuk di dalamnya adalah menghargai tetangga dan sesama warga.

"Idul Fitri ini adalah momentum untuk saling memaafkan. Seperti anak meminta maaf kepada orang tuanya, istri kepada suaminya, dan kembali rukun dengan tetangga," tambah Tayeb dalam khutbahnya.

Pelaksanaan salat Idul Fitri lebih awal oleh jemaah Naqsabandiyah di Bima ini menjadi bagian dari tradisi lokal yang tetap dilestarikan, meskipun berbeda dengan penetapan hari raya secara nasional. Kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kebersamaan di antara anggota komunitas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga