Teh merupakan minuman yang memiliki beragam variasi di seluruh dunia. Secara garis besar, terdapat enam jenis teh utama yang wajib diketahui, tidak hanya sebatas teh hijau dan teh hitam, tetapi juga teh kuning dan teh oolong. Informasi ini merujuk pada majalah Roots of Tea Chagee edisi pertama yang diterima Kompas.com pada Rabu (29/7/2026).
Teh Hijau (Green Tea)
Teh hijau terbuat dari beberapa bagian tanaman teh yang masih muda, termasuk kuncup, daun, dan batang. Bagian-bagian tersebut kemudian diproses melalui tiga tahapan utama, yaitu fiksasi, penggulungan, dan pengeringan. Fiksasi bertujuan untuk menghentikan proses oksidasi enzimatik, sehingga warna hijau daun tetap terjaga. Penggulungan dilakukan untuk membentuk daun teh dan mengeluarkan sari-sari alami, sedangkan pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air hingga mencapai tingkat kekeringan yang optimal.
Lima Jenis Teh Lainnya
Selain teh hijau, masih ada lima jenis teh utama lainnya yang diakui secara global. Teh hitam merupakan teh yang mengalami oksidasi penuh, menghasilkan warna gelap dan rasa yang kuat. Teh kuning, yang langka, melalui proses oksidasi ringan dengan pengeringan lambat. Teh oolong berada di antara teh hijau dan hitam, dengan oksidasi parsial yang memberikan aroma floral dan rasa kompleks. Dua jenis lainnya, yaitu teh putih dan teh pu-erh, juga termasuk dalam kategori ini, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam artikel asli. Teh putih dibuat dari daun muda yang sedikit diproses, sementara teh pu-erh mengalami fermentasi lanjutan.
Keenam jenis teh ini memiliki karakteristik unik dalam hal rasa, aroma, dan manfaat kesehatan. Pengetahuan tentang variasi ini dapat membantu penikmat teh untuk memilih sesuai selera dan kebutuhan.



