Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa penurunan tinggi muka air Danau Toba dalam beberapa tahun terakhir tidak semata-mata akibat faktor iklim, melainkan juga dipicu oleh aktivitas manusia di sekitar kawasan danau. Temuan ini disampaikan oleh Hendri, peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, yang memaparkan hasil risetnya mengenai dinamika tinggi muka air Danau Toba.
Faktor Penyebab Penurunan Muka Air
Menurut Hendri, perubahan tinggi muka air Danau Toba dipengaruhi oleh dua faktor utama: perubahan iklim dan aktivitas antropogenik. Faktor iklim meliputi perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu yang meningkatkan evaporasi. Sementara itu, aktivitas manusia seperti pengalihan aliran air untuk irigasi, pembangunan infrastruktur, dan perubahan tata guna lahan di daerah tangkapan air juga berkontribusi signifikan terhadap penurunan volume air danau.
"Kami menemukan bahwa penurunan muka air Danau Toba tidak bisa dijelaskan hanya oleh faktor alam. Intervensi manusia, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan perubahan tutupan lahan, memegang peranan penting," ujar Hendri dalam paparannya.
Dampak pada Sektor Perikanan, Energi, dan Pariwisata
Penurunan muka air Danau Toba telah menimbulkan dampak serius pada berbagai sektor. Di sektor perikanan, berkurangnya volume air mengancam habitat ikan dan menurunkan hasil tangkapan nelayan. Sektor energi juga terpengaruh karena PLTA yang mengandalkan aliran air dari danau mengalami penurunan kapasitas produksi. Selain itu, sektor pariwisata yang menjadi andalan ekonomi daerah ikut terdampak karena pemandangan danau yang menyusut mengurangi daya tarik wisatawan.
Data BRIN menunjukkan bahwa tinggi muka air Danau Toba telah menurun secara signifikan dalam lima tahun terakhir, meskipun angka pasti belum dirilis. Penurunan ini diperkirakan akan terus berlanjut jika tidak ada langkah mitigasi yang tepat.
Rekomendasi untuk Mitigasi
Hendri menekankan perlunya pengelolaan terpadu antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian Danau Toba. Langkah-langkah yang direkomendasikan antara lain pengendalian alih fungsi lahan, rehabilitasi daerah tangkapan air, dan pengaturan penggunaan air yang lebih bijaksana. "Tanpa intervensi yang serius, dampak negatif akan semakin meluas dan mengancam keberlanjutan ekosistem danau serta kehidupan masyarakat di sekitarnya," tutupnya.



