Polda Sulsel Identifikasi 2 Jasad Diduga Korban KM Nurul Salsa
Polda Sulsel Identifikasi 2 Jasad Korban KM Nurul Salsa

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian selama delapan hari di perairan Selayar berhasil menemukan dua jasad yang diduga kuat merupakan korban kapal KM Nurul Salsa. Kedua jasad tersebut saat ini tengah menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Identifikasi oleh Tim Forensik

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol M Haris, menyatakan bahwa pada hari ini dua kantong jenazah akan diidentifikasi oleh Tim Ahli Forensik Dokpol Polda Sulsel. "Pada hari ini ada dua kantong jenazah yang akan diidentifikasi oleh Tim Ahli Forensik Dokpol Polda Sulsel," kata Haris kepada wartawan, Rabu (22/7).

Haris menambahkan bahwa tim juga tengah mengumpulkan data ante mortem dari para korban yang masih dalam pencarian. "Ada pun kegiatan sudah dilakukan oleh tim di Selayar dengan mengumpulkan data-data ante mortem yang disebutkan ada 16 korban yang belum ditemukan," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Teknik Identifikasi

Proses identifikasi kedua jasad diduga korban kapal tenggelam tersebut akan menggunakan teknik sidik jari agar lebih cepat teridentifikasi. "Identifikasi ini akan dilihat dari kondisi jenazahnya, jika masih memungkinkan ada data sidik jari, itu bisa lebih cepat disampaikan dan diserahkan ke keluarga," jelas Haris.

Sementara jika kondisi jasad tidak utuh, tim akan menggunakan teknik identifikasi melalui DNA. "Kondisi mayat atau potongan-potongan tubuh yang ditemukan di laut itu kita gunakan gigi. Kalau tidak bisa kita identifikasi dengan profil DNA dan disandingkan dengan DNA dari keluarga terdekat," katanya.

Latar Belakang Pencarian

Pencarian korban KM Nurul Salsa telah berlangsung selama delapan hari. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan dari berbagai instansi terus berupaya menemukan korban yang masih hilang.

Sebelumnya, pilihan redaksi CNN Indonesia menyoroti perpanjangan pencarian selama tiga hari, serta kisah pilu seorang kakek yang merelakan pelampung demi cucunya, dan mukjizat selembar gabus serta dekapan suami di laut Selayar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga