Wali Kota Yawata, Prefektur Kyoto, Jepang, Shoko Kawata akan mencatat sejarah sebagai wali kota perempuan pertama di Jepang yang mengambil cuti melahirkan selama masa jabatannya. Ia berencana mengambil cuti sebelum dan sesudah melahirkan mulai 20 Juli hingga awal November 2026, sesuai dengan perkiraan tanggal kelahiran pada September 2026.
Latar Belakang Keputusan
Perempuan berusia 35 tahun itu menambahkan bahwa dirinya juga tengah mempertimbangkan untuk mengambil cuti perawatan anak setelah melahirkan. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mendorong diskusi yang lebih luas mengenai pengembangan desain kelembagaan yang lebih baik, terutama terkait cuti melahirkan bagi pejabat publik.
“Saya berharap keputusan untuk mengambil cuti melahirkan ini akan menjadi kesempatan untuk mempercepat diskusi tentang pengembangan desain kelembagaan yang lebih baik,” ujar Kawata, seperti dilansir dari Asahi.
Dampak dan Harapan
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pejabat perempuan lainnya di Jepang dan dunia untuk tidak ragu mengambil cuti melahirkan tanpa khawatir terhadap karier politik mereka. Kawata juga berharap keputusan ini dapat memicu perubahan kebijakan yang lebih mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga bagi semua pejabat publik.
Dengan mengambil cuti melahirkan, Kawata menunjukkan bahwa menjadi orang tua dan pemimpin daerah bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keputusan ini juga dianggap sebagai langkah maju dalam kesetaraan gender di ranah politik Jepang yang masih didominasi laki-laki.



