Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor dalam rangkaian Festival dan Karnaval Gajah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi penobatan berlangsung di Lapangan Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Informasi ini disampaikan oleh KompasTV dalam pemberitaannya pada Sabtu, 2 Agustus 2026.
Prosesi Adat Penobatan
Penobatan dilakukan oleh sejumlah raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor. Dalam prosesi adat tersebut, Jokowi menerima dua tanda kebesaran, yaitu tongkat dan kain. Kedua benda itu kemudian dikalungkan kepadanya sebagai bagian dari rangkaian upacara adat. Prosesi ini berlangsung khidmat di Lapangan LLBK yang menjadi salah satu lokasi utama penyelenggaraan Festival dan Karnaval Gajah.
Para raja yang terlibat dalam penobatan berasal dari berbagai wilayah kerajaan di Pulau Timor. Mereka menyambut Jokowi dengan adat istiadat setempat sebagai wujud penghormatan terhadap tamu utama. Jokowi terlihat mengikuti setiap tahap prosesi dengan penuh hormat, didampingi oleh para tokoh adat dan pejabat daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Lapangan LLBK sendiri merupakan ruang publik yang berada di pusat Kota Kupang. Lokasi ini kerap dipilih untuk menyelenggarakan acara-acara besar, termasuk kegiatan budaya dan pemerintahan. Pada prosesi penobatan tersebut, Lapangan LLBK menjadi saksi pertemuan antara seorang mantan kepala negara dengan para pemimpin adat Timor.
Makna Gelar Sesepuh Raja-Raja Timor
Gelar Sesepuh Raja-Raja Timor diberikan kepada Jokowi sebagai bentuk pengakuan dari komunitas adat di Pulau Timor. Dalam hierarki adat, sesepuh merupakan tokoh yang dituakan dan dihormati karena kebijaksanaan serta jasanya. Penobatan ini menempatkan Jokowi pada posisi khusus di tengah masyarakat adat Timor.
Jokowi adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia yang menjabat dua periode, mulai dari 2014 hingga 2024. Selama masa kepemimpinannya maupun setelahnya, Jokowi kerap terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk upacara adat di berbagai daerah. Penobatan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor menjadi salah satu bentuk apresiasi dari masyarakat adat terhadap mantan kepala negara tersebut.
Para raja yang memberikan gelar ini memiliki wilayah kekuasaan adat yang tersebar di Pulau Timor. Pulau Timor sendiri merupakan pulau yang berada di bagian timur Indonesia, dan sebagian wilayahnya menjadi bagian dari Provinsi NTT. Prosesi penobatan ini menjadi simbol penghormatan yang mendalam dari raja-raja Timor kepada Jokowi.
Rangkaian Festival dan Karnaval Gajah
Festival dan Karnaval Gajah merupakan salah satu agenda budaya yang digelar di Kota Kupang. Kegiatan ini menampilkan berbagai kekayaan budaya masyarakat Timor, mulai dari seni pertunjukan, pakaian adat, hingga tradisi lainnya. Penobatan Jokowi menjadi salah satu rangkaian yang menarik perhatian dalam festival tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempromosikan pariwisata dan melestarikan adat istiadat di NTT. Dengan hadirnya tokoh nasional seperti Jokowi, festival ini mendapatkan sorotan lebih luas dari media maupun masyarakat. Pemberitaan KompasTV menyebutkan bahwa prosesi penobatan berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) di Lapangan LLBK.
Dampak dan Harapan
Penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor diharapkan dapat memperkuat kebanggaan masyarakat adat setempat. Gelar ini juga dianggap sebagai bentuk rekognisi terhadap nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Timor. Selain itu, acara ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan antara pemimpin nasional dan komunitas adat.
Masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang, menyambut baik prosesi penobatan ini. Kehadiran Jokowi dalam acara adat menunjukkan bahwa tokoh nasional tetap menghargai tradisi lokal. Diharapkan, peristiwa seperti ini dapat semakin mempererat persatuan dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Dengan selesainya prosesi penobatan, Jokowi resmi menyandang gelar Sesepuh Raja-Raja Timor. Gelar tersebut akan menjadi bagian dari sejarah panjang hubungan antara Pemerintah Indonesia dan masyarakat adat di Pulau Timor. Festival dan Karnaval Gajah pun menjadi lebih bermakna dengan adanya peristiwa adat tersebut.



