BRI Umumkan Hoaks Undian Berhadiah, Waspada Modus Pencurian Data
BRI Tegaskan Hoaks Undian Berhadiah, Waspada Pencurian Data

BRI Tegaskan Hoaks Undian Berhadiah, Waspada Modus Pencurian Data Pribadi

Di tengah maraknya aktivitas digital, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan siber. Baru-baru ini, beredar unggahan di berbagai platform media sosial yang mengklaim menawarkan kesempatan pendaftaran undian berhadiah dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Hadiah Menggiurkan yang Ternyata Palsu

Unggahan hoaks tersebut menyebutkan bahwa peserta undian berpotensi memenangkan hadiah-hadiah menarik, seperti mobil baru, ponsel pintar terkini, emas dan logam mulia dengan nilai tinggi, serta paket wisata eksklusif ke Singapura dan umrah gratis. Narasi ini sengaja dirancang untuk memancing rasa penasaran dan ketertarikan publik agar bersedia mengklik tautan yang disebarkan.

Namun, berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, seluruh klaim dalam unggahan tersebut terbukti tidak benar dan termasuk dalam kategori informasi menyesatkan atau hoaks. BRI sebagai institusi perbankan terkemuka di Indonesia tidak mengadakan program undian semacam itu secara resmi.

Modus Pencurian Data yang Terorganisir

Tautan yang dibagikan dalam unggahan hoaks tersebut terindikasi kuat sebagai bagian dari skema pencurian data pribadi. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan nama besar BRI untuk membangun kepercayaan palsu, sehingga korban tidak ragu untuk mengisi formulir pendaftaran yang meminta informasi sensitif.

Data yang biasanya menjadi target meliputi:

  • Nomor rekening bank dan kartu kredit
  • Kata sandi akun perbankan daring
  • Nomor ponsel dan alamat email pribadi
  • Informasi identitas seperti KTP dan tanggal lahir

Setelah berhasil mengumpulkan data tersebut, pelaku dapat menyalahgunakannya untuk berbagai tindak kejahatan, seperti penipuan finansial, pemalsuan identitas, atau bahkan penjualan data ke pasar gelap.

Penyebaran Melalui Akun Media Sosial

Unggahan berisi tautan palsu untuk pendaftaran undian berhadiah BRI ini telah dibagikan secara luas oleh beberapa akun Facebook yang tidak terverifikasi. Pola penyebarannya menunjukkan upaya terkoordinasi untuk menjangkau audiens sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi resmi melalui kanal komunikasi resmi BRI, seperti situs web perusahaan, akun media sosial terverifikasi, atau layanan pelanggan yang sah. Jangan mudah tergoda oleh tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama jika meminta data pribadi secara detail.

Langkah pencegahan sederhana seperti tidak mengklik tautan mencurigakan, menghindari pengisian formulir daring dari sumber tidak jelas, dan melaporkan konten hoaks kepada platform media sosial dapat membantu memutus mata rantai penyebaran modus pencurian data ini.