IIMS 2026 Jadi Destinasi Edukasi Ramah Lingkungan, Bukan Sekadar Pameran Mobil
IIMS 2026: Destinasi Edukasi Ramah Lingkungan untuk Keluarga

IIMS 2026 Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Edukasi Ramah Lingkungan

Festival IIMS 2026 atau Indonesia International Motor Show 2026 tidak lagi sekadar menjadi ajang pameran dan transaksi jual beli kendaraan semata. Lebih dari itu, event tahunan yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata alternatif yang menawarkan pengalaman rekreasi sekaligus edukasi ramah lingkungan.

Pandangan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani yang melihat potensi besar IIMS sebagai sarana pembelajaran publik mengenai perkembangan teknologi transportasi masa depan. Dalam pandangannya, IIMS menyajikan atmosfer yang berbeda dibandingkan pameran otomotif konvensional.

Pengunjung tidak hanya disuguhi deretan mobil dan motor keluaran terbaru, tetapi juga diajak untuk menyelami inovasi-inovasi canggih yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat awam. "IIMS ini bisa jadi pilihan untuk berekreasi keluarga sambil lihat-lihat mobil-mobil yang canggih-canggih saat ini," kata Rany dikutip dari Antara, Jumat 6 Februari 2026.

Pernyataan ini menegaskan bahwa IIMS kini telah menjadi ruang publik yang inklusif, di mana setiap anggota keluarga dari anak-anak hingga orang dewasa dapat menikmati pameran ini dengan cara mereka masing-masing. Penyelenggaraan IIMS tahun ini dinilai berhasil memberikan pengalaman imersif bagi para pengunjung.

Dominasi Kendaraan Listrik dan Dukungan Transisi Energi Hijau

Salah satu sorotan utama dalam IIMS 2026 adalah dominasi tren kendaraan listrik yang semakin masif. Rany memberikan apresiasi khusus terhadap fenomena ini, karena kehadiran berbagai varian kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang semakin beragam menunjukkan komitmen serius dari para pelaku industri untuk mendukung transisi energi hijau.

Pameran ini seolah menjadi etalase masa depan transportasi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. "Sekarang terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk mobil listrik karena memang kita terus berusaha untuk bisa menciptakan suasana yang lebih baik dari sisi udara," ucap Rany.

Lonjakan jumlah model kendaraan listrik yang dipamerkan tahun ini bukan hanya sekadar tren bisnis, melainkan respons nyata terhadap isu lingkungan yang kian mendesak. Rany menegaskan, perjuangan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta dan kota-kota besar lainnya memerlukan orkestrasi dari berbagai sektor.

  • Tidak cukup hanya dengan regulasi pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari sektor swasta melalui penyediaan produk yang rendah emisi.
  • Kesadaran masyarakat untuk mulai beralih ke moda transportasi yang lebih hijau juga sangat penting.
  • Kehadiran IIMS menjadi momentum strategis untuk mempertemukan ketiga elemen tersebut dalam satu forum yang produktif.

Harapan untuk Meningkatkan Literasi Otomotif dan Mobilitas Berkelanjutan

Di bagian akhir penjelasannya, Rany menaruh harapan besar agar masyarakat semakin terbuka wawasannya untuk menjadikan kendaraan listrik sebagai pilihan utama moda transportasi harian mereka. Transisi ini dinilai krusial untuk mengurangi beban polusi udara yang selama ini menjadi momok bagi kesehatan warga ibu kota.

Melalui pameran berskala internasional seperti IIMS, masyarakat diberikan kesempatan langka untuk melihat, menyentuh, dan bahkan mencoba langsung inovasi teknologi otomotif yang dirancang untuk mendukung mobilitas berkelanjutan. "Mudah-mudahan mobil-mobil ini bisa menjadi pilihan yang lebih baik supaya mengurangi emisi, dan polusi," kata Rany.

Harapan ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mencapai target netralitas karbon di masa mendatang. Dengan edukasi yang tepat dan akses yang lebih mudah terhadap informasi teknologi hijau, IIMS 2026 diharapkan dapat menjadi katalisator perubahan gaya hidup masyarakat menuju transportasi yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.

Rany menekankan pentingnya ruang interaksi langsung seperti ini agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga memahami nilai tambah dan dampak dari teknologi yang mereka gunakan sehari-hari. "Edukasi yang dikemas dalam balutan rekreasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi otomotif masyarakat secara signifikan," kata Rany.