Sebuah narasi yang menyebut jaringan komunikasi 5G sebagai penyebab cuaca panas di Eropa tahun ini beredar di media sosial. Informasi tersebut dibagikan oleh pengguna Facebook pada awal Juli 2026. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut terbukti hoaks. Tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim bahwa teknologi 5G memicu gelombang panas.
Gelombang Panas Ekstrem di Eropa
Sebagai konteks, sejumlah negara di Eropa memang tengah dilanda gelombang panas ekstrem pada Juni hingga Juli 2026. Di Jerman, suhu udara memecahkan rekor selama tiga hari berturut-turut, mencapai 41,7 derajat Celsius. Fenomena ini memicu berbagai spekulasi di masyarakat, termasuk kaitannya dengan jaringan 5G.
Bantahan dari Para Ahli
Para ahli meteorologi dan komunikasi telah membantah klaim tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak ada mekanisme ilmiah yang menghubungkan gelombang radio 5G dengan peningkatan suhu atmosfer. Gelombang panas ekstrem di Eropa lebih disebabkan oleh perubahan iklim dan pola cuaca global.
Fakta tentang 5G
Teknologi 5G menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi yang aman bagi manusia dan lingkungan. Radiasi yang dipancarkan jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan internasional. Klaim yang menyebut 5G sebagai penyebab cuaca panas tidak memiliki dasar ilmiah dan termasuk dalam kategori misinformasi.



