Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur perairan strategis tersebut akan dibalas dengan penghancuran satu jembatan atau pembangkit listrik milik Iran.
Ancaman Mencakup Target di Dekat Teheran
Trump menegaskan bahwa sasaran serangan balasan AS dapat mencakup lokasi yang berada "di dekat atau di dalam" ibu kota Teheran. Ini menunjukkan eskalasi potensial konflik antara kedua negara. Ancaman ini dilontarkan sebagai respons terhadap dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang menurut Trump dapat dilakukan menggunakan rudal, roket, drone, atau jenis senjata lainnya.
"Mulai sekarang, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik itu dengan rudal, roket, drone, atau perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik," tulis Trump di Truth Social, dikutip dari AP News, Kamis (23/7/2026).
Dampak Potensial terhadap Stabilitas Regional
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, tempat sekitar 20% pasokan minyak global melintas. Ancaman Trump ini meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk Persia yang sudah rapuh. Iran selama ini kerap dituduh mengganggu pelayaran di selat tersebut sebagai bentuk tekanan politik dan ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran atas ancaman Trump. Namun, para analis memperkirakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan kemungkinan akan merespons dengan tindakan militer atau diplomatik.



