TNI Angkatan Laut (TNI AL) tengah menyiapkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung sebagai tempat berlabuh dan bersandar kapal induk atau aircraft carrier Giuseppe Garibaldi. Kapal induk bekas Italia tersebut akan menjadi aset pertahanan Indonesia melalui skema hibah.
Pembangunan Infrastruktur di Lanal Lampung
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur di Lanal Lampung masih terus dilakukan untuk mengakomodasi kapal induk tersebut. "Terkait fasilitas labuh dan fasilitas sandar Garibaldi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir Garibaldi. Hingga saat ini, pembangunan fasilitas terus berjalan, sehingga harapannya sebelum Garibaldi tiba di Indonesia seluruh fasilitas sudah siap dan terdukung," kata Tunggul saat dihubungi pada Selasa (14/7).
Persiapan Personel dan Konsep Joint Crew
Selain infrastruktur, TNI AL juga mempersiapkan personel yang akan mengawaki kapal induk tersebut. Saat ini, para kru Garibaldi dari TNI AL telah berada di Italia untuk mengikuti pelatihan sebelum proses penyeberangan ke Indonesia. Tunggul menjelaskan bahwa proses pelayaran menuju Indonesia akan menggunakan konsep joint crew, yaitu pengawakan bersama antara personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia. "Setelah itu akan melaksanakan penyeberangan lintas laut dengan konsep joint crew. Jadi joint crew itu merupakan personel pengawak dimana sebagian dari personel TNI AL dan sebagian lagi dari personel Angkatan Laut Italia," ujarnya.
Serah Terima dan Perubahan Nama
Setelah tiba di Indonesia, akan dilaksanakan serah terima hingga seluruh pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya mengatakan bahwa kapal induk itu akan tiba di Indonesia pada tahun ini. Ia juga menyebutkan bahwa kapal induk akan dirapikan di industri dalam negeri dan akan berganti nama. Giuseppe Garibaldi sendiri diperoleh Indonesia melalui skema hibah dari Italia.



