Mantan Komandan Garda Revolusi Iran Klaim Mampu Bunuh Trump di Gedung Putih
Mantan Komandan IRGC Klaim Mampu Bunuh Trump di Gedung Putih

Seorang mantan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melontarkan ancaman yang tidak biasa terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mantan komandan IRGC itu mengklaim bahwa Iran mampu membunuh Trump, bahkan di dalam Gedung Putih sekalipun.

Klaim Mantan Komandan IRGC

Hossein Kanani Moghaddam, mantan komandan IRGC, saat berbicara kepada situs berita Iran, Fararu, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (14/7/2026), menyatakan bahwa jika tujuannya adalah membunuh Trump, Republik Islam Iran dapat dengan mudah melakukannya di Gedung Putih. "Kapan pun diperlukan, kami mampu melakukan hal tersebut," ujarnya.

Sikap Iran terhadap Negosiasi dengan AS

Selain melontarkan ancaman untuk Trump, Moghaddam juga mengomentari negosiasi antara Teheran dan Washington. Dia menilai bahwa dari sudut pandang Iran, negosiasi tersebut tidak bertujuan untuk mencapai kesepakatan damai. "Kita tidak bernegosiasi dengan pihak Amerika untuk perdamaian. Kita bernegosiasi untuk meredakan ketegangan," kata Moghaddam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dia menambahkan bahwa pembicaraan dengan pemerintah AS itu dimaksudkan untuk memperkuat tuntutan Iran, dan memaparkan posisi Teheran dalam menanggapi tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh Washington. "Kita tidak bernegosiasi demi perdamaian dengan Trump dan para penasihatnya yang kriminal. Dalam negosiasi ini, kita hanya berupaya memulihkan hak-hak kita dan mengklarifikasi tuduhan-tuduhan yang dilontarkan Amerika Serikat terhadap kita," ujar Moghaddam.

Ancaman Balasan dari Trump

Trump belum memberikan tanggapan langsung atas ancaman terbaru Iran tersebut. Namun pekan lalu, Trump melontarkan ancaman keras terhadap Teheran, dengan mengatakan akan "menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran" jika negara itu berusaha atau berhasil membunuh dirinya. "Sebanyak 1.000 rudal sudah siap meluncur dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, jika Pemerintah Iran mewujudkan ancamannya, yang diumumkan di berbagai penjuru dunia, untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, SAYA!" tegas Trump dalam pernyataan via Truth Social, dilansir kantor berita AFP.

"Perintah telah diberikan, dan Militer AS siap, bersedia, dan mampu, untuk jangka waktu satu tahun, yang dapat diperpanjang, untuk menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran," katanya.

Peringatan dari Intelijen Israel

Sebelumnya, intelijen Israel dilaporkan mendapatkan informasi mengenai rencana Iran untuk membunuh Trump. Hal ini menambah ketegangan antara Iran dan AS, serta sekutunya di kawasan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga