Spesifikasi Pesawat Rafale, Falcon, dan A400M yang Diserahkan Prabowo ke TNI
Spesifikasi Rafale, Falcon, A400M Diserahkan Prabowo ke TNI

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan 11 unit pesawat dan 8 sistem persenjataan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sebuah upacara yang digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Juni 2026. Acara penyerahan dimulai pukul 10.00 WIB, diawali dengan pelepasan tirai logo Skadron Udara 12 di bagian depan badan pesawat Rafale oleh Presiden Prabowo. Berikut ini adalah spesifikasi lengkap dari pesawat dan sistem persenjataan yang diserahkan.

Pesawat Tempur Rafale

Sebanyak enam unit pesawat tempur Rafale tipe MRCA Standard 4.1 diserahkan. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin M88 yang memberikan kemampuan manuver udara yang handal. Untuk persenjataan, Rafale dilengkapi dengan misil METEOR, MICA, dan bom pintar A2SM (Hammer). Radar yang digunakan adalah RBE2 AESA, serta dilengkapi dengan pod TALIOS sebagai sistem penargetan dan pengintaian optronik generasi terbaru.

Pesawat Falcon 8X

Empat unit pesawat Falcon 8X juga diserahkan. Pesawat ini menggunakan mesin PW-307D dan tipe APU Honeywell GTCP36-150FB. Perawatan pesawat dilakukan di bawah program CAMP 1C dan FalconCare. Sistem avionik yang digunakan adalah EASy III dengan sertifikasi tingkat ketiga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesawat Airbus A400M Atlas MRTT

Satu unit pesawat Airbus A400M Atlas MRTT diserahkan. Pesawat ini mampu menampung muatan maksimum hingga 37 ton metrik, dengan ukuran ruang muatan 4 meter x 4 meter dan volume 340 meter kubik. Pesawat memiliki kemampuan proyeksi strategis pada ketinggian 40.000 kaki dengan kecepatan maksimum 0,72 Mach. Jarak tempuh lebih jauh mencapai 3.400 mil laut dengan muatan 20 ton.

Sistem Persenjataan

Selain pesawat, delapan sistem persenjataan juga diserahkan, meliputi satu misil METEOR, enam bom pintar HAMMER AASM, dan satu radar GCI GM403. Misil METEOR memiliki bobot 190 kg, panjang 3,7 meter, dan diameter 178 mm. Sistem navigasi dan panduan misil menggunakan sistem penentuan jalur tengah berbasis inersia dengan tautan data, serta panduan terminal otonom. Bom pintar HAMMER AASM adalah senjata bom pintar berpemandu presisi dengan konfigurasi serbaguna, akurat dalam segala cuaca, dan mampu menjangkau target dari ketinggian sangat rendah hingga tinggi. Radar GCI GM403 memiliki jangkauan deteksi hingga 515 km, ketersediaan operasional lebih dari 98,5 persen, serta dilengkapi dengan active tracking dan digital staked beam.

Pernyataan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa penyerahan alutsista ini merupakan tonggak penting dalam penambahan kekuatan pertahanan nasional Indonesia. "Kita menerima secara resmi dengan adat kita, penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam pesawat tempur Rafale, pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga," ujar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma. Ia menekankan perlunya peningkatan kekuatan pertahanan sebagai bentuk penangkal (deterrent) agar Indonesia mampu melindungi wilayahnya dari berbagai potensi ancaman. "Ini hanya salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga