Praka Farizal Sudah Kabari Ibu Jadwal Pulang Sebelum Gugur di Lebanon
Praka Farizal Kabari Ibu Jadwal Pulang Sebelum Gugur

Praka Farizal Sudah Kabari Ibu Jadwal Pulang Sebelum Gugur di Lebanon

Ibu Praka Farizal Rhomadhon, Supinah, dengan sedih mengungkapkan bahwa putranya telah mengirimkan jadwal penerbangan untuk pulang dari misi perdamaian di Lebanon yang dijadwalkan selesai pada April 2026. Namun, Praka Farizal gugur dalam tugas sebelum sempat kembali ke tanah air.

Komunikasi Rutin dan Kondisi Darurat di Lebanon

Menurut Supinah yang ditemui di rumah duka di Dusun Ledok, Lendah, Kulon Progo, putranya berangkat ke Lebanon pada April 2025 dengan masa tugas satu tahun. "Akhir April ini selesai, Mei pulang. Sudah ada jadwal penerbangan, saya juga sudah dikirimi," ujarnya dengan suara bergetar.

Ia menjelaskan bahwa almarhum rutin berkomunikasi dengan keluarga hampir setiap hari melalui panggilan video. "Iya setiap hari, kalau malamnya sini, sana siang, setiap hari video call, sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan itu cucu di Aceh," kenang Supinah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam komunikasi terakhirnya, Praka Farizal menyampaikan bahwa kondisi di Lebanon semakin darurat. "Akhir-akhir ini agak darurat, setiap saat masuk ke bunker berapa jam, terus kalau aman keluar. Katanya kalau ada sirene itu harus masuk, itu setiap saat itu," tutur sang ibu.

Cita-cita Menjadi Tentara Sejak SMA

Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang sejak remaja telah bercita-cita mengikuti jejak pamannya menjadi anggota TNI. "Dari SMA kan itu senangnya itu cita-citanya. Saya suruh kuliah ndak mau katanya, jadi itu mas (TNI), iya, adik bapaknya di Cirebon tugasnya, katanya penginnya kayak om gitu," papar Supinah tentang tekad putranya.

Misi perdamaian di Lebanon yang diemban Praka Farizal merupakan bagian dari kontingen Indonesia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Gugurnya prajurit TNI ini menambah daftar korban dalam konflik yang terus memanas di wilayah tersebut.

Keluarga besar dan masyarakat sekitar kini berduka atas kepergian prajurit muda yang sempat berjanji pulang pada Mei mendatang. Jadwal penerbangan yang telah dikirimkan kini menjadi kenangan pahit bagi keluarga yang menanti kepulangan sang anak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga