Pemimpin Redaksi (Pemred) Republika, Andi Muhyiddin, mengungkapkan bahwa sembilan relawan asal Indonesia ikut disandera oleh pasukan Israel saat melakukan intersepsi terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional menuju Gaza. Dua di antaranya merupakan jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Kecaman Terhadap Intersepsi Israel
Andi mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan tersebut. Ia menilai tindakan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal. Menurutnya, para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, bantuan logistik, dan obat-obatan untuk warga sipil Palestina yang menghadapi blokade berkepanjangan.
Dukungan untuk Relawan Kemanusiaan
Republika menyatakan dukungan penuh terhadap para relawan kemanusiaan internasional dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional. Andi menegaskan bahwa keselamatan para relawan, termasuk dua jurnalis Republika, menjadi perhatian serius pihaknya.
Misi Global Sumud Flotilla
Global Sumud Flotilla adalah misi pelayaran kemanusiaan yang bertujuan menembus blokade Gaza. Ribuan relawan dan aktivis dari berbagai negara berkumpul di Pelabuhan Barcelona, Spanyol, sebagai salah satu titik kumpul untuk memulai misi tersebut. Kapal-kapal yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan bermanuver di pelabuhan dalam acara pelepasan simbolis pada 12 April 2026.
Andi menambahkan bahwa para relawan Indonesia terdiri dari sembilan orang, termasuk dua jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Ia mengecam intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.
“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ujar Andi dalam pernyataan resminya pada Senin, 18 Mei 2026.
Republika juga menegaskan sikap menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional dan berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia.



