Polda Jawa Barat berhasil membongkar sindikat penipuan online dengan modus love scamming yang berjejaring internasional hingga Kamboja. Dua warga Jawa Barat menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 4,8 miliar. Polisi telah menetapkan dua tersangka berinisial JAM dan ELDAT yang terafiliasi dengan jaringan sindikat di Kamboja.
Modus Love Scamming: Dari Instagram ke Trading Palsu
Korban pertama, ZM, berasal dari Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Pelaku JAM mendekati korban melalui Instagram menggunakan akun perempuan bernama 'Olivia Rosalia'. Setelah menjalin komunikasi intensif via WhatsApp, pelaku mengajak korban melakukan trading di situs ozcryptoexchange.com. Korban awalnya mendepositokan uang Rp 1 juta dan mendapat imbalan sebesar USD 5,5.
Seiring waktu, pelaku memanfaatkan data pribadi korban, termasuk foto intim, untuk memeras. Akibatnya, ZM mengalami kerugian sekitar Rp 860 juta. Pelaku JAM berhasil ditangkap setelah proses penyelidikan selama tiga hingga empat bulan.
Korban Kedua dan Kerugian Fantastis
Korban kedua, S, berada di Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Pelaku dalam kasus ini adalah ELDAT yang berafiliasi dengan bosnya, seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial AKAI. Kerugian yang dialami S diperkirakan juga mencapai miliaran rupiah, menyumbang total kerugian kedua korban Rp 4,8 miliar.
Direktur Ditressiber Polda Jabar, Kombes Fian Yunus, mengungkapkan bahwa penyidik siber membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan untuk mengungkap perkara ini. "Kami yakin bahwa korbannya tidak hanya satu, dan korbannya ini pasti tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya saat rilis ungkap kasus di Mapolda Jabar.
Jejaring Internasional dan Platform Buatan Sendiri
Para pelaku tidak beroperasi di Indonesia, melainkan di Kamboja. Mereka menggunakan platform buatan sendiri seperti Sexbit dan platform yang meniru situs asli seperti Ozcrypto Exchange. Sindikat ini membagi tugas secara rapi, mulai dari mencari member, menghubungi target, hingga mengelola rekening penampung.
Menurut Kombes Fian, kasus ini merupakan contoh nyata kejahatan siber transnasional yang memanfaatkan modus percintaan untuk menjerat korban. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan lebih luas dan mencegah korban baru di wilayah lain.



