PM Irak Perintahkan Penyelidikan Serangan Drone ke Arab Saudi
PM Irak Perintahkan Penyelidikan Serangan Drone ke Saudi

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi memerintahkan penyelidikan atas serangan drone yang diluncurkan dari wilayah Irak dan menghantam Arab Saudi. Ia berjanji akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab. Pernyataan resmi dari kantor al-Zaidi menyebutkan bahwa otoritas Irak saat ini sedang memeriksa bukti dan informasi yang diberikan oleh Arab Saudi, dan akan menuntut pihak yang terlibat sesuai hasil penyelidikan.

Komitmen Irak Mencegah Serangan dari Wilayahnya

Pemerintah Irak menegaskan kembali komitmennya untuk mencegah wilayahnya digunakan sebagai jalur atau titik peluncuran serangan terhadap negara tetangga atau sahabat. Hubungan dengan Arab Saudi disebut "sangat erat dan bersaudara" dan Irak tidak akan membiarkan upaya merusak hubungan tersebut. Pernyataan ini dikutip dari media Al Arabiya pada Selasa (28/7/2026).

Arab Saudi Mencegat Drone dari Irak

Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa Kerajaan telah mencegat drone-drone yang diluncurkan dari wilayah Irak. Saudi mengaitkan serangan itu dengan milisi di Irak yang didukung Iran. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk serangan drone yang disebut "tercela" dan menegaskan tekad Kerajaan untuk menjaga keamanan serta kedaulatan, serta "menghalangi para agresor."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hak Arab Saudi untuk Merespons

Kementerian tersebut juga menegaskan hak Arab Saudi untuk merespons sumber serangan. Saudi mendesak pemerintah Irak mengambil semua tindakan yang diperlukan agar wilayah Irak tidak lagi digunakan sebagai landasan peluncuran serangan terhadap Kerajaan. Langkah ini menyusul insiden yang meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama terkait pengaruh Iran di Irak dan Yaman.

Latar Belakang Ketegangan

Serangan drone ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lagi jika negosiasi gagal. Iran sendiri menolak bernegosiasi dengan AS, menyebut AS seperti "geng mafia." Irak, yang menjadi medan persaingan pengaruh antara AS dan Iran, sering menjadi lokasi peluncuran serangan terhadap kepentingan asing, termasuk pangkalan militer dan negara tetangga.

Penyelidikan Irak diharapkan dapat mengungkap jaringan milisi yang bertanggung jawab, serta mencegah eskalasi lebih lanjut. Masyarakat internasional mengawasi perkembangan ini karena berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga