Badan maritim Inggris melaporkan sebuah kapal kargo terkena "proyektil tak dikenal" di Selat Hormuz, lepas pantai Oman. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait kontrol jalur pelayaran strategis tersebut.
Detail Insiden dan Respons Awal
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi bahwa kapal tersebut "dihantam proyektil tak dikenal" pada jarak 20 mil laut (37 kilometer) timur laut Al Khasab, Oman. Namun, UKMTO belum mengungkap nama kapal atau memberikan rincian lebih lanjut mengenai kerusakan dan potensi korban jiwa.
Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Belum ada klaim tanggung jawab dari kelompok mana pun, dan motif di balik serangan tersebut masih belum jelas.
Ketegangan Iran-AS Meningkat
Insiden ini terjadi di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Iran dan AS saling membantah soal negosiasi yang sedang berlangsung. Pemerintah Iran dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak sedang berunding dengan AS, melainkan dengan Oman untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"Saat ini kami tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Negosiasi kami adalah dengan Oman untuk mengamankan jalur melalui Selat Hormuz," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers mingguan, seperti dilansir AFP pada Senin (3/8).
Baghaei menambahkan bahwa kesepakatan dengan Oman saja tidak cukup untuk membuka kembali selat tersebut. Menurutnya, situasi akan tetap tidak berubah selama "agresi" AS berlanjut.
Ultimatum Trump dan Respons Iran
Presiden AS Donald Trump merespons dengan kemarahan atas pernyataan Iran tersebut. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengancam akan melanjutkan blokade militer AS hingga Iran mencapai "Kesepakatan, atau penyerahan total."
"Kepemimpinan Iran sungguh munafik! Mereka meminta pertemuan, sebagian orang mengatakan 'memohon' pembicaraan dimulai, dengan lebih banyak pertemuan dijadwalkan dalam waktu dekat, dan mereka mengatakan, secara terbuka dan bangga, bahwa mereka tidak mengadakan diskusi apa pun, bahwa tidak ada yang dibicarakan, dan mereka hanya berurusan dengan 'Oman'," tulis Trump.
Trump juga menuduh Iran terus melakukan "omong kosong" tentang kontrol Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa selat tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut AS dan blokade yang disebutnya sebagai "Tembok Baja Amerika Serikat."
"Tidak ada yang bisa sampai ke Iran, kecuali jika kita menginginkannya, dan tidak akan ada yang bisa sampai, kecuali jika Kesepakatan, atau Penyerahan Total, tercapai. Terlepas apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, kita sebenarnya sedang membicarakan solusi untuk masalah yang telah mereka sebabkan selama beberapa dekade. Sangat sederhana, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!" pungkas Trump.
Dampak pada Keamanan Maritim dan Stabilitas Regional
Serangan terhadap kapal kargo ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur transit penting bagi sekitar 20% minyak dunia. Keamanan di kawasan ini sangat krusial bagi stabilitas pasokan energi global.
Para analis memperingatkan bahwa insiden semacam ini dapat memicu gangguan pada rute pelayaran internasional, meningkatkan biaya asuransi, dan memperburuk situasi ekonomi global yang sudah rapuh. Negara-negara tetangga, termasuk Oman, UEA, dan Arab Saudi, kemungkinan akan meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi untuk menjaga keamanan perairan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai insiden proyektil tersebut. Pemerintah Oman juga belum memberikan komentar. Situasi di lapangan masih terus dipantau oleh otoritas maritim internasional.



