Israel Kerahkan Buaya untuk Jaga Penjara Tahanan Palestina
Israel Kerahkan Buaya untuk Jaga Penjara Tahanan Palestina

Otoritas Israel kini secara resmi diizinkan untuk menggunakan buaya hidup sebagai alat pengaman di lingkungan penjara. Keputusan ini muncul setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah status hukum buaya dari 'hewan liar' menjadi 'satwa liar hasil penangkaran' pada Rabu, 15 Juli 2026. Perubahan regulasi ini membuka jalan bagi pengerahan reptil tersebut untuk tujuan keamanan, khususnya untuk mencegah upaya pelarian tahanan Palestina.

Latar Belakang Usulan Kontroversial

Langkah ini merupakan inisiatif Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal sebagai tokoh garis keras. Ia pertama kali mengusulkan gagasan ini pada Desember 2025. Dalam unggahan di akun Facebook-nya, Ben-Gvir membagikan gambar buatan AI yang memperlihatkan dirinya memegang tali di leher seekor buaya, disertai pesan: "Anda berniat mencoba melarikan diri? Pikirkan lagi." Ia menambahkan, "Menteri Ben-Gvir dan Silman bekerja sama mengepung penjara dengan buaya-buaya!"

Usulan tersebut terinspirasi dari fasilitas detensi imigrasi 'Alligator Alcatraz' di Florida, Amerika Serikat, yang menggunakan buaya sebagai pengaman alami. Menurut laporan Channel 13, Ben-Gvir awalnya menghadapi penolakan dari Otoritas Alam dan Taman Israel serta cemoohan dari sejumlah pejabat Dinas Penjara Israel. Namun, dengan klasifikasi ulang dari Kementerian Perlindungan Lingkungan, pengawasan terhadap buaya dialihkan dari otoritas lingkungan ke 'badan keamanan', termasuk Dinas Penjara Israel yang berada di bawah kendali Ben-Gvir.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Regulasi Baru dan Implementasi

Regulasi yang disahkan pada 15 Juli 2026 menetapkan bahwa buaya Nil boleh ditangkarkan dengan syarat: "hewan-hewan itu dipelihara oleh badan keamanan... di bawah ketentuan yang ditetapkan oleh Direktur (Otoritas Alam dan Taman) guna mencegah lepasnya hewan tersebut ke alam liar, dan bergantung pada keputusan Menteri Perlindungan Lingkungan bahwa kepemilikan hewan tersebut diperlukan untuk tujuan keamanan."

Media Israel melaporkan bahwa Ben-Gvir berencana menempatkan buaya-buaya tersebut di sekitar Penjara Ketziot di Israel bagian selatan. Penjara ini diketahui menahan banyak militan Hamas yang ditangkap setelah serangan 7 Oktober 2023, yang memicu perang besar-besaran di Jalur Gaza. Keputusan ini menuai kontroversi, namun Ben-Gvir tetap bersikukuh bahwa langkah tersebut diperlukan untuk memperketat keamanan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga