Pemerintah Iran telah memasang papan reklame raksasa di Lapangan Enghelab, Teheran, yang menampilkan gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbaring di dalam peti mati. Billboard tersebut dipasang di sudut lapangan yang ramai dilalui warga, seperti dilaporkan oleh New York Times pada Kamis, 16 Juli 2026.
Penampakan Billboard yang Mengerikan
Dalam gambar yang terpampang, tubuh Trump tampak mengintip dari peti mati hitam yang terbuka. Mata dan mulutnya tertutup, rambutnya acak-acakan, dan tangannya bertumpu pada dasi merah di atas perut yang menonjol. Di ujung peti mati, kaki menjulur lurus ke atas. Pemandangan ini bukanlah hal baru di lokasi tersebut. Sebelumnya, pada Januari lalu, billboard yang sama menampilkan serangan terhadap kapal perang Amerika dengan jejak berdarah menyerupai garis-garis bendera AS.
Propaganda Pembalasan atas Kematian Ayatollah Khamenei
Dalam beberapa minggu terakhir, tema pembalasan atas nama Ayatollah Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi Iran yang gugur dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, menjadi motif berulang dalam propaganda Iran. Namun, ekspresi kali ini dianggap sangat mengerikan. Graffiti putih yang terciprat di peti mati memuat tulisan "Kami Akan Membunuh Trump" dalam bahasa Persia dan Inggris. Gaya tulisan tersebut mengingatkan pada dinding papan tulis tempat para pelayat menulis pesan dengan kapur selama seremoni pemakaman Ayatollah Khamenei. Graffiti itu juga menyebutnya sebagai seorang martir.
Serangan terhadap Sekolah Dasar di Minab
Selain itu, graffiti bertuliskan "Untuk mengenang anak-anak Minab," merujuk pada kota di Iran selatan, tempat serangan AS menghantam sebuah sekolah dasar pada 28 Februari. Serangan tersebut terjadi bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan angkatan laut Iran di dekatnya. Billboard ini merupakan bagian dari kampanye propaganda yang lebih luas untuk membangkitkan sentimen anti-AS dan membalas dendam atas kematian pemimpin tertinggi Iran.



