Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap pangkalan militer Inggris yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan terhadap target-target Iran akan dianggap sebagai 'target yang sah'. Peringatan ini disampaikan dalam pernyataan resmi IRGC pada Kamis (23/7/2026) waktu setempat, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (24/7/2026).
IRGC menuduh otoritas Inggris memainkan peran besar dalam operasi militer AS dan Israel. Mereka menyatakan bahwa AS baru-baru ini menggunakan pesawat pengebom B-1 yang terbang dari pangkalan udara RAF Fairford di Inggris, setelah kapal-kapal perang yang beroperasi di Samudra Hindia kehabisan pasokan rudal jelajah.
Peringatan Keras IRGC
“Pangkalan mana pun yang digunakan untuk agresi terhadap wilayah Iran merupakan target yang sah bagi kami,” tegas IRGC dalam pernyataannya. Mereka juga memperingatkan Inggris agar “tidak semakin memperburuk rekam jejaknya”. IRGC menuduh London sebagai “arsitek utama untuk ketidakstabilan” di kawasan Timur Tengah saat ini, karena memainkan salah satu peran terbesar dalam serangan AS-Israel terhadap Iran baru-baru ini.
Iran terus melancarkan serangan terhadap fasilitas militer AS di negara-negara Teluk untuk membalas gelombang serangan terbaru Washington, yang dilancarkan selama 13 malam berturut-turut, terhadap target-target Teheran. Dalam pernyataannya, IRGC juga menuduh AS berupaya memanfaatkan seruan kembali bernegosiasi untuk mengulur waktu dan memulihkan kemampuan militernya, sebelum melancarkan serangan lagi terhadap Iran. IRGC menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Washington mengambil keuntungan dari apa yang mereka sebut sebagai “gencatan senjata yang menipu”.
Tanggapan Inggris
Menanggapi peringatan terbaru dari Iran, pemerintah Inggris menegaskan bahwa Angkatan Bersenjatanya siap melindungi negara tersebut dari segala bentuk serangan. “Angkatan Bersenjata kami siap menjaga keamanan Inggris dari segala jenis serangan, baik yang terjadi di wilayah kami sendiri maupun yang berasal dari luar negeri. Inggris siap siaga 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, untuk mempertahankan diri,” tegas juru bicara pemerintah Inggris, seperti dilansir Reuters.
“Hal ini mencakup penerapan pendekatan berlapis dalam pertahanan udara dan rudal, yang didukung oleh aset-aset Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara yang dilengkapi dengan berbagai kemampuan canggih, serta bekerja sama dengan sekutu NATO kami,” kata juru bicara tersebut.
Peringatan Iran itu muncul setelah Perdana Menteri (PM) baru Inggris, Andy Burnham, pekan lalu mempertegas komitmen Inggris atas kesepakatan yang sudah ada, yang mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan militer Inggris dalam upaya “pertahanan diri kolektif” di kawasan tersebut.



