Basarnas Makassar memperbarui data jumlah korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Jumlah korban yang semula dilaporkan 78 orang kini menjadi 76 orang, berdasarkan verifikasi terbaru pada Kamis (23/7).
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KM Nurul Salsa. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol M Haris, menyatakan bahwa kedua jenazah tersebut dikenali setelah proses identifikasi oleh tim gabungan DVI pada Rabu (22/7).
“Tim DVI gabungan telah menerima dua kantong jenazah dan melakukan identifikasi,” kata Haris kepada wartawan, Kamis ini.
Identifikasi Dua Jenazah Korban
Hasil identifikasi menunjukkan kantong jenazah bernomor PM 62 B 01 Selayar cocok dengan data antemortem (AM) 002 dan dipastikan merupakan Hasriyati (44), warga Dusun Garassi, Kelurahan Bonto Baru, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar. “Korban berjenis kelamin perempuan tersebut teridentifikasi melalui pencocokan data gigi, data medis, dan properti yang dikenakan,” jelas Haris.
Sementara itu, kantong jenazah bernomor PM 62 B 02 Selayar cocok dengan data antemortem (AM) 001 dan teridentifikasi sebagai Bau Intang (52), warga Butabangun, Bonto Baru, Kabupaten Kepulauan Selayar. “Korban kedua teridentifikasi melalui sidik jari dan data medis,” ujarnya.
Hingga saat ini, tim DVI telah menerima laporan terkait 16 korban dari total 17 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam musibah tenggelamnya KM Nurul Salsa. “Jadi, sampai saat ini Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima laporan sebanyak 16 korban dari 17 korban yang hilang,” katanya.
Verifikasi Jumlah Korban
Andi Sultan sebelumnya menjelaskan koreksi laporan jumlah korban hilang dari semula 78 orang menjadi 76 orang. “Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah korban KM Nurul Salsa mengalami perubahan dari sebelumnya 78 orang menjadi 76 orang,” kata Andi Sultan, Kamis ini.
Andi Sultan menjelaskan bahwa pada hari kesembilan terdapat pembaruan data jumlah korban setelah dilakukan proses verifikasi dan pencocokan manifest penumpang bersama keluarga korban, operator kapal, dan instansi terkait. “Perubahan ini terjadi karena ditemukan dua nama yang tercatat ganda dalam data penumpang, serta satu nama yang sebelumnya masuk dalam daftar manifest, namun setelah dilakukan pendalaman dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa,” jelasnya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 58 orang ditemukan selamat, 3 orang ditemukan meninggal dunia, dan 15 orang masih dalam pencarian. “Kami tetap melanjutkan pencarian terhadap 15 korban yang masih dinyatakan hilang,” katanya.



