Arab Saudi bersama Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata pro-Iran di Irak pada pekan ini. Serangan ini merupakan respons terhadap peluncuran drone dari Irak, Yaman, dan Iran yang menargetkan wilayah Arab Saudi. Sebelumnya, Riyadh berusaha menjaga jarak dari perang AS-Iran yang meluas sejak 28 Februari 2026.
Latar Belakang Perubahan Sikap Arab Saudi
Sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, Arab Saudi berhati-hati agar tidak ikut terseret ke dalam perang terbuka. Namun, serangkaian serangan dari arah Irak, Yaman, dan Iran membuat sikap Riyadh mulai berubah. Serangan drone yang mencapai wilayah kerajaan memaksa Arab Saudi untuk merespons secara militer.
Dampak dan Implikasi
Keputusan Arab Saudi untuk bergabung dengan AS dalam menyerang kelompok pro-Iran di Irak menandai eskalasi baru dalam konflik regional. Langkah ini berpotensi memperluas perang dan menarik lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik. Analis menilai bahwa keterlibatan langsung Arab Saudi dapat memicu reaksi balasan dari Iran dan sekutunya di kawasan.



