Presiden Prabowo Subianto membeberkan bahwa kebocoran negara masih terjadi dan berkomitmen segera menghentikannya. Dalam pidato acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), Prabowo menyebut potensi kebocoran negara cukup besar hingga Rp 1.000 triliun.
Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 Triliun
Prabowo menjelaskan bahwa anggaran negara mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.700 triliun. Jika 30 persen bocor, maka lebih dari Rp 1.000 triliun raib. "Ini sedang saya hentikan," tegasnya. Ia menegaskan akan menghentikan kebocoran duit negara yang diakali banyak pihak, termasuk di daerah.
"Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya kita harus introspeksi. Kita sudah tahu, ibu-ibu, bapak-bapak, walaupun di daerah semua sudah tahu apa yang terjadi. Benar kan," kata Prabowo.
Efisiensi Anggaran Hemat Rp 300 Triliun
Prabowo menegaskan segala bentuk penggelembungan dalam anggaran akan ditindak. Pemerintahannya telah melakukan efisiensi anggaran dengan menghemat hingga Rp 300 triliun. "Ini yang kita hemat dari beberapa bulan pertama pemerintah yang kita pimpin. Kita bisa hemat Rp 300 triliun," ujarnya.
Uang hasil efisiensi itu dialihkan ke program yang langsung dirasakan rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan jembatan di daerah-daerah. "Ini yang kita gunakan untuk MBG. Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut. Lima ribu jembatan kita bangun sampai Desember 2026. Kalau perlu kita bangun lebih. Rakyat di desa mereka tidak mau nunggu lagi. Tadinya jalan kaki satu jam, nyebrang pakai tali, nyebrang pakai kotak-kotak. Kita atasi," katanya.
Renovasi 100 Ribu Sekolah
Selain itu, dana hasil efisiensi juga digunakan untuk merenovasi sekolah-sekolah yang telah lama tak mendapat perhatian. "Sekolah-sekolah roboh, roboh. Sampai akhir tahun saya instruksikan 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," sambung Prabowo.
Acara Harlah ke-28 PKB juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah ketua umum partai politik, antara lain Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Presiden PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).
Turut hadir para elite partai seperti Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Bendum NasDem Ahmad Sahroni, Sekjen PAN Eko Patrio, Bendum Golkar Sari Yuliati, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, dan Waketum PSI Isyana Bagoes Oka.



