RI-Aljazair Teken MoU Pencak Silat untuk Perkuat Diplomasi Budaya
RI-Aljazair Teken MoU Pencak Silat untuk Diplomasi Budaya

Pemerintah Indonesia dan Aljazair resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengembangan budaya pencak silat di Aljazair. Penandatanganan ini berlangsung di Aljir dan merupakan bagian dari strategi memperkuat diplomasi budaya Indonesia di negara Afrika Utara tersebut.

Detail Penandatanganan MoU

MoU ditandatangani antara PT Pertamina Algeria Eksplorasi dan Produksi (PAEP) dan Comité National de Pencak Silat Algeria (CNPSA), dengan fasilitasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Aljir. Kerja sama ini masuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) PAEP untuk mendukung pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.

Duta Besar RI untuk Aljazair, Yusron Bahauddin Ambary, menyatakan, "Pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai disiplin, saling menghormati, sportivitas, dan persaudaraan. Saya berharap kerja sama ini dapat melahirkan generasi muda Aljazair yang tidak hanya berprestasi dalam olahraga, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan Aljazair."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Apresiasi dan Komitmen KBRI

Yusron memberikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Aljazair. Ia menegaskan bahwa KBRI Alger berkomitmen untuk terus mendukung implementasi kerja sama ini dan mendorong kolaborasi agar program-program yang telah disepakati dapat berjalan secara berkelanjutan.

"KBRI Alger siap mendampingi implementasi kerja sama ini. Kami berharap kemitraan antara PAEP dan CNPSA dapat menjadi contoh sinergi yang baik antara dunia usaha, organisasi olahraga, dan pemerintah dalam memperkuat hubungan people-to-people serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Aljazair," jelasnya.

Program Pembinaan Pencak Silat

Melalui kerja sama ini, akan dikembangkan berbagai program pembinaan pencak silat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Aljazair. Selain bertujuan mencetak atlet-atlet muda, program ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat antara Indonesia dan Aljazair.

CNPSA telah berkembang menjadi organisasi pencak silat terbesar di Aljazair dengan lebih dari 3.000 anggota yang tersebar di 13 wilayah. Dengan kolaborasi ini, diharapkan perkembangan pencak silat di Aljazair semakin meningkat dan menjangkau lebih banyak generasi muda.

Sinergi Multipihak

Kolaborasi ini merupakan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi olahraga dalam memanfaatkan olahraga sebagai instrumen diplomasi budaya. Penandatanganan MoU turut dihadiri oleh Country Manager PAEP, Jon Erwin; Manager Relations PAEP, Dhaneswari Retnowardhani; Presiden Federasi Seni Bela Diri Aljazair, Ghanem Youcef; Ketua CNPSA, Lahcene Sekfane, serta 50 atlet junior pencak silat Aljazair.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga