Politikus PDIP Guntur Romli menyatakan setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai koalisi politik yang menyebut hati PDIP sama dengan pemerintah. Guntur menegaskan bahwa tujuan pendirian PDI Perjuangan adalah membela bangsa dan negara, tidak tergantung pada posisi politik, baik di dalam maupun di luar pemerintahan.
PDIP Tak Merasa Berpisah dari Prabowo
Guntur Romli menanggapi pernyataan Prabowo yang mengatakan bahwa perpisahan politik tidak masalah karena pada akhirnya akan bersatu kembali. Menurut Guntur, PDIP tidak pernah merasa berpisah dari Prabowo dalam hal prinsip menjaga bangsa dan negara. "Untuk soal prinsip menjaga bangsa dan negara, PDI Perjuangan tidak merasa berpisah dari Pak Prabowo, kalau soal posisi politik juga hanya beda posisi saja, saat ini ada di luar pemerintahan," ujar Guntur di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Djarot Tegaskan Komitmen Ideologis PDIP
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat merespons pernyataan Prabowo yang percaya bahwa PDIP akan membela negara dan bangsa. Djarot menekankan bahwa partainya senantiasa teguh pada Pancasila dan haluan pembangunan ekonomi sesuai Pasal 33 dan 34 UUD 1945. "Secara ideologis PDI Perjuangan senantiasa kukuh untuk melaksanakan Pancasila sesuai dengan semangat kelahirannya 1 Juni 1945 dan UUD 1945, termasuk pasal 33 dan 34 yang kemarin disampaikan oleh Pak Prabowo," kata Djarot. Ia menambahkan, "Haluan pembangunan ekonomi Indonesia sesuai dengan pasal 33 dan 34 UUD 1945 adalah pilihan ideologis bahwa tujuan Indonesia merdeka adalah mewujudkan masyarakat sosialis Indonesia."
Prabowo: Bersaing Itu Baik, Nanti Bersatu Lagi
Sebelumnya, dalam pidato pada acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), Presiden Prabowo berbicara mengenai kondisi koalisi politik di era pemerintahannya, termasuk sikap PDIP. Prabowo mengatakan bahwa sebetulnya PDIP memiliki hati yang sama dengannya. "Jadi Saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi," ujar Prabowo. Ia juga menyebut PDIP sebetulnya hatinya sama dengan pemerintah, dan mengajak untuk menggali hati mereka. "PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama," katanya.
Konstitusi sebagai Dasar Kesamaan
Prabowo mengungkit konstitusi yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa, termasuk Soekarno yang identik dengan PDIP. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa pemerintahannya dan PDIP sejalan dalam membangun bangsa. "Ini UUD 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama," ujar dia. Prabowo juga berkelakar bahwa PDIP hanya belum membuat hasil kesepakatan Ijtima Ulama seperti yang dilakukan PKB, salah satu partai koalisinya. "Hanya, belum bikin rekomendasi seperti Ijtima Ulama, belum," katanya.



